Timika,papuaglobalnews.com – Konflik dan pertikaian perang antarsuku yang terjadi di wilayah Wouma-Wio, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan pada 15 Mei 2026 menyisakan duka mendalam bagi masyarakat, khususnya umat Katolik di wilayah tersebut.

Sejumlah kepala keluarga dilaporkan kehilangan tempat tinggal setelah rumah-rumah mereka hangus terbakar akibat aksi penyerangan dalam konflik tersebut.

Menyikapi kondisi kemanusiaan tersebut, Arnold L. Asso, S.Pd selaku Ideator Kemanusiaan mengeluarkan surat ajakan aksi solidaritas dan rehabilitasi pasca-konflik bagi umat Dekenat Jayawijaya, Keuskupan Jayapura.

Surat bertajuk “Aksi Kemanusiaan Dalam Kasih Kristus” yang dikeluarkan tertanggal 18 Mei 2026, itu ditujukan kepada Uskup Keuskupan Jayapura selaku pemimpin Gereja lokal, para Uskup se-Tanah Papua serta seluruh umat Katolik di Tanah Papua.

Dalam surat tersebut, Arnold menyampaikan bahwa penderitaan yang dialami umat Katolik di Wouma-Wio bukan hanya tragedi sosial, tetapi juga menjadi ujian iman dan panggilan kemanusiaan bagi seluruh umat Kristiani.

“Jika satu anggota tubuh menderita, semua anggota ikut menderita. Oleh karena itu, situasi darurat ini memanggil kita untuk hadir secara nyata melalui tindakan solidaritas, kasih dan pemulihan martabat kemanusiaan,” tulisnya.

Melalui surat itu, seluruh elemen Gereja Katolik di Tanah Papua diajak bergerak bersama dalam aksi gotong royong kemanusiaan guna membangun kembali rumah-rumah umat yang terdampak konflik.

Berdasarkan identifikasi kebutuhan di lapangan, proses rehabilitasi dan pemulihan membutuhkan dukungan logistik serta material, di antaranya bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung mobilisasi material dan operasional alat di lapangan.