Duka Konflik Wouma-Wio, Arnold Asso Ajak Gereja Katolik di Tanah Papua Bangun Kembali Rumah Umat Korban Konflik
Selain itu dibutuhkan alat pengolah kayu seperti chainsaw atau sensor guna mempercepat pengolahan kayu balok dan papan sebagai bahan baku utama pembangunan rumah.
Tidak hanya itu, dukungan bahan bangunan, logistik pendukung serta keterlibatan tenaga sukarela juga sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan kembali rumah warga secara gotong royong.
Dalam pelaksanaannya, sembilan paroki yang berada di wilayah Kabupaten Jayawijaya akan menjadi motor penggerak utama aksi kemanusiaan tersebut di bawah koordinasi Kevikepan atau Dekenat Jayawijaya yang bersinergi dengan berbagai lembaga terkait.
Arnold juga mengajak seluruh umat untuk bersatu dalam semangat kasih persaudaraan demi memulihkan harapan dan kehidupan masyarakat korban konflik.
“Mari kita satukan hati dan sumber daya yang kita miliki untuk memulihkan harapan, mengobati trauma dan menegakkan kembali kehidupan saudara-saudari kita,” ujarnya.
Dalam surat tersebut turut dikutip pesan Injil Matius 25:40 yang berbunyi, “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
Arnold menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan perhatian, doa serta partisipasi nyata dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati niat baik dan kerja kemanusiaan kita bersama,” tutupnya dalam surat yang ditandatangani di Timika pada 18 Mei 2026. **










