Timika,papuaglobalnews.com – Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) se-Tanah Papua Timika pada 6 November 2025 telah mengeluarkan siaran pers tentang laporan SKP Se Tanah Papua Tahun 2025 dengan judul “Nyayian Sunyi Hak Asasi Manusia Papua”, dengan editor RP. Alexandro F. Rangga, OFM.

Laporan ini dengan Copyrights©2026, JPIC OFM Papua Cetakan I, Maret 2026 Penerbit: JPIC OFM Papua Jalan Kemiri Kompleks Misi Katolik Biara St. Antonius Sentani, Jayapura Papua 99352 Website: jpicofmpapua.org – jpic ofm papua Email: skpkc2010@gmail.com

Editor  : Alexandro F. Rangga OFM :

Desainer  : Oktavianus

Cover : Pengungsi Pegunungan Bintang pada 26 Desember 2025   (dokumentasi: RD Kletus Togotli, Imam Projo Keuskupan  Jayapura).

 

Nyanyian Sunyi

Lagu nan sendu dan syair yang menawan mengalun di sana menyayat hatiku

dan nada yang sendu puisi yang menawan terjalin bersama oh nyanyian sunyi

tanah yang permai yang kaya dan melarat terhampar di sana di timur merekah

dan bunyi ombaknya dan siul unggasnya

melagu bersama oh nyanyian sunyi

surga yang terlantar  yang penuh senyuman

laut mutiara yang hitam dan tenang

dan sungai yang deras mengalirkan emas dan bunyi ombaknya dan siul unggasnya

melagu bersama oh nyanian sunyi

Lagu Nyanyian Sunyi merupakan karya Arnold Clemens Ap pada tahun 1980-an. Arnold AP lahir di Biak pada 1 Juli 1945 dan meninggal pada 26 April 1984. Arnold Ap adalah seorang musisi dan seniman; Ia adalah pendiri grup “Mambesak”, sebuah grup musik yang menghasilkan banyak lagu yang menceritakan tentang suka dan duka Tanah Papua dan masyarakatnya pada tahun 1970-1980an.

Karya seni dan musiknya telah menginspirasi banyak orang. Lagu-lagunya diputar oleh radio lokal dan banyak orang Papua menyukainya. Kemunculan Arnold Ap dan Mambesak ternyata dianggap sebagai ancaman bagi Indonesia di Tanah Papua. Dengan segala cara, Arnold Ap dieliminasi dan grup Mambesak dibubarkan.