Situasi Mimika Barat Tengah–Kapiraya Terkendali, Usai Paskah Warga Tujuh Kampung Kembali ke Rumah
Timika,papuaglobalnews.com – Situasi keamanan di wilayah Distrik Mimika Barat Tengah–Kapiraya, Kabupaten Mimika, hingga kini terpantau aman dan terkendali pasca aksi saling serang yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kondisi kondusif tersebut tidak terlepas dari pengamanan intensif aparat Kepolisian Resor Mimika bersama TNI yang terus melakukan patroli siang dan malam, mulai dari Kampung Logpon–Kapiraya, Kilometer 2, Kilometer 4 hingga Kampung Wakia.
“Situasi konflik di Lokpon Kampung Kapiraya dan Kampung Wakia aman dan terkendali. Aparat keamanan selalu siap siaga di lokasi atau titik-titik rawan konflik,” jelas Kepala Distrik Mimika Barat Tengah, Sem Naroba, SE., M.Si, saat ditemui papuaglobalnews.com di sela-sela kegiatan Musrenbang RKPD di Aula Bappeda Mimika, Senin 30 Maret 2026.
Sem menjelaskan, pasca konflik sosial yang dipicu persoalan tapal batas hak ulayat, masyarakat dari tujuh kampung mengungsi di Kampung Logpon–Kapiraya.
“Dari Sembilan kampung ini, dua diantaranya tidak bergabung dalam konflik beberapa waktu lalu hingga kini. Masyarakat tujuh kampung masih ada di lokasi konfik, mereka masih tinggal di pinggiran sungai bahkan di Pelabuhan Lokpon,” jelasnya.
Ia menambahkan masyarakat tujuh kampung ini belum bisa kembali ke kampung halaman, karena mereka lebih memilih mengikuti ibadah menyambut Paskah di Lokpon daripada kembali ke kampung.
“Oleh karena itu, setelah hari Raya Paskah selesai kami pemerintah distrik akan mengembalikan mereka ke kampung mereka masing-masing,” katanya.
Sementara itu, dua kampung lainnya yakni Kampung Pronggo dan Kampung Akar tidak terdampak langsung, sehingga warganya tetap tinggal di rumah masing-masing.
Selama berada di lokasi pengungsian, masyarakat hidup berdampingan dengan aparat keamanan TNI-Polri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga tetap beraktivitas seperti biasa, mencari nafkah pada siang hari dan kembali ke tenda pengungsian pada sore hari.
Dalam rangka menyambut Hari Raya Paskah, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui OPD teknis seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan bahan makanan kepada masyarakat terdampak.




































