Dukung Pemilihan Kepala Suku Adat Papua Tengah, Intelektual Damal Sampaikan Harapan
Timika,papuaglobalnews.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Tim Seleksi (Timsel) tengah melaksanakan tahapan pemilihan kepala suku yang diawali dengan pembukaan pendaftaran bakal calon (Balon) secara online di Nabire.
Tokoh intelektual Suku Damal yang tersebar di Kabupaten Mimika, Beoga, dan Puncak menyatakan dukungan penuh kepada Balon dari Suku Damal yang telah mengikuti proses pendaftaran, sekaligus menyampaikan harapan terhadap figur yang kelak terpilih.
Melianus Numan, tokoh intelektual Damal menegaskan bahwa Balon yang telah mendaftar merupakan representasi masyarakat Damal yang hidup di Timika, Beoga, dan Puncak. Menurutnya, setelah salah satu calon ditetapkan dan dilantik oleh Gubernur Papua Tengah, figur tersebut akan diterima secara luas oleh masyarakat Suku Damal, karena dipilih mengikuti mekanisme resmi pemerintah.
Melianus juga mengingatkan Timsel agar menjalankan proses seleksi secara jujur dan independen tanpa intervensi kepentingan kelompok tertentu.
Ia berharap dari beberapa calon yang ada, salah satunya dapat terpilih menjadi Kepala Suku Damal guna memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat Damal dari sisi pemerintahan, adat dan budaya, pendidikan, kesehatan hingga politik.
Ia menilai keberadaan Kepala Suku Damal di Papua Tengah penting untuk mendapatkan pengakuan dan hak khusus dalam aspek politik maupun pemerintahan, mengingat pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Tengah belum sepenuhnya memberikan ruang bagi keterwakilan Suku Damal.
“Jadi kami minta Suku Damal diakui oleh pemerintah sebagai suku besar yang memiliki hak di segala aspek agar berdiri sejajar dengan suku-suku lain yang ada di Papua Tengah,” ujarnya kepada papuaglobalnews.com di Timika, Senin 19 Januari 2026.
Tokoh Damal lainnya, Fredy Wandikbo, menyebut Suku Damal sebagai salah satu suku terbesar dan paling keras di Papua Tengah.
Menurutnya, siapapun yang mencalonkan diri layak didukung, namun pasca-pelantikan figur tersebut harus bekerja untuk menyentuh langsung kepentingan masyarakat, bukan penguasa atau kelompok tertentu.
Fredy juga mengingatkan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, agar tidak menggiring kepala suku untuk agenda politik dan pencitraan belaka.
“Timsel harus jeli melihat kapasitas, kemampuan dan latar belakang calon. Jangan sampai ia bekerja untuk kepentingan pribadi dan masyarakat Damal menjadi korban,” tegasnya.














