Timika,papuaglobalnews.com –  Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menitipkan tiga pesan untuk kader PDI Perjuangan di Kabupaten Mimika Papua Tengah.

Pertama, Konfercab bukan sekadar penugasan kepengurusan tetapi untuk memastikan kita semakin kuat sebagai partai pelayan rakyat.

Kedua, Konfercab harus menghasilkan struktur yang kuat, jelas dan strategi yang terukur untuk mencapai kemenangan tahun 2029.

Ketiga, tugas para pengurus dan kader mendengarkan suara rakyat dengan turun ke bawah dan memperjuangkan solusi.

Ketiga pesan ini dibacakan oleh Komarudin Watubun, Ketua DPP Dewan Kehormatan PDI Perjuangan dalam sambutan membuka Konferensi Cabang (Konfercab) DPD PDI P di Kabupaten Mimika di Graha Eme Neme Yauware, Senin 17 November 2025.

Sementara Komarudin dalam sambutan menegaskan dilaksanakan Konfercab ini merupakan bagian penting dalam konsolidasi dan kaderisasi organisasi sebagai persiapan menuju 2029 mendatang.

“Kegiatan kaderisasi ini dengan tujuan supaya kader sudah siap memimpin bangsa sebagai bupati, gubernur. Jangan mencalonkan diri sebagai bupati atau gubernur main copot sana sini tanpa persiapan, enak-enak saja,” ujar Komarudin.

Komarudin menegaskan PDI P merupakan partai tua yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga perintah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri  bahwa semua kader harus turun bekerja sampai ketingkat bawah.

“Dengan bekerja hingga ke bawah maka kemenangan itu sudah berada di depan kita,” ungkapnya.

Kesempatan itu, Kamorudin mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa yang sudah menjalankan program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) dengan menyentuh masyarakat yang tinggal di kampung-kampung. SSH ini merupakan program yang sudah diterapkan di Sulawesi Selatan oleh kader PDI P.

“Anggaran diserahkan kepada orangtua murid untuk masak dan anak mendapat manfaat makan bergizi,” kata Komarudin.

Ia menegaskan ingin membangun Papua harus memperhatikan masyarakat Orang Asli Papua yang ada di kampung-kampung, karena mereka selalu ada dan tinggal di kampung bukan di kota.