Timika, papuaglobalnews.com – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mimika kembali menggelar Rapat Dewan Smart City III tahun 2025 disalah satu hotel  di Timika, pada Senin 10 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk membahas penyusunan peta jalan atau roadmap Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang kini telah memasuki tahap finalisasi. Selain itu, rapat juga menjadi ajang pemaparan hasil assessment dari Mimika Center terkait capaian program Smart City selama beberapa bulan terakhir.

Johannes Rettob, Bupati Mimika dalam arahan menegaskan Pemerintah Kabupaten Mimika terus berkomitmen  benar-benar mengaplikasikan Mimika Kota Cerdas. Di samping itu pemerintah juga mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melaksanakan berbagai inovasi mendukung program Smart City yang kini dikembangkan dengan tujuan utama pelayanan kepada masyarakat kedepan semakin mudah.

John menegaskan peningkatan pelayanan publik ditengah kemajuan teknologi dengan penggunaan aplikasi menjadi harapan besar pemerintah untuk melayani masyarakat dalam mendapatkan layanan mudah, cepat dan murah yang bermuara pada one cervice center.

John mengungkapkan dengan menghadirkan aplikasi pelayanan mudah, cepat tanpa antrean lama menunjukan bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk melayani masyarakat. Dengah demikian kehadiran aplikasi dan inovasi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan mampu menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di lapangan.

Sehubungan dengan ini, John juga mengakui sampai saat ini belum semua masyarakat melek menggunakan aplikasi namun secara perlahan-lahan kedepan aplikasi berbasis android akan semakin banyak digunakan. Meskipun dalam pelayanan menerapkan aplikasi, pemerintah juga masih memberikan kesempatan layanan secara manual sambil memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai bagian dari proses penggunaan layanan aplikasi.

Kesempatan itu, John menyebutkan salah satu contoh penerapan layanan aplikasi yang diterapkan oleh RSUD Mimika bernama ‘Sipoli’. Setiap masyarakat yang datang berobat melakukan pendaftaran melalui Sipoli yang kemudian tinggal diarahkan sesuai dengan jenis pengobatannya tanpa harus menunggu lama.