Timika,papuaglobalnews.com – Empat puluh peternak ayam potong dan petelur di Kabupaten Mimika dibekali manajemen tata cara pemeliharaan dan kebersihan kandang dalam beternak, Rabu 12 November 2025.

Pelatihan berlangsung disalah satu hotel di Timika digagas oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan). Dalam sosialisasi tersebut menghadirkan drh. Budi Rahardo sebagai narasumber.

Drh. Sabelina Fitriani, Kepala Disnak-Keswan Mimika melalui Agustinus Mandang, Kabid Bina Usaha Peternakan menjelaskan, pelatihan ini diberikan kepada peternak ayam potong sangat penting untuk bagaimana membangun meningkatkan produksi daging ayam dengan bobot 1,8 kilogram keatas dalam mendukung memenuhi permintaan PT Freeport dan Pangan Sari.

Agus berharap lewat pelatihan teori ini pertenak sudah memahami cara penanganan sejak DOC masuk kandang, penggunaan obat serta pemberian vitamin hingga pasca panen.

Ia menegaskan dalam pemeliharaan ayam potong dan petur harus memahami paling penting menjaga kebersihan kendang guna menghindari terjadinya gagal panen.

“Kita harap lewat pelatihan ini mereka paham bahwa jaga kesehatan hewan  sangat penting dalam menghasilkan prodak yang diinginkan pasar,” ujar Agus.

Selain itu, Agus juga mengingatkan kepada seluruh peternak ayam potong dan petelur wajib mengurus izin usaha peternakan. Ini bertujuan sebagai dasar dikemudian hari ketika terjadi pertanyaan dari masyarakat atau petugas dapat diperlihatkan untuk dipertanggungjawabkan. Izin usaha pertenakan ini penting dimiliki berhubungan dengan sanitasi, kesehatan lingkungan sekitar.

Untuk mengurus izinnya sangat mudah dengan meminta rekomendasi izin usaha peternakan dari Disnak-Keswan. Berdasarkan rekomendasi tersebut langsung mendatangi Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk mengurus izinnya. Semua pelayanan gratis.

“Karena bangunan kandang yang ada saat ini sebelumnya masih di area hutan atau belum ada penduduk. Tapi dengan perkembangan sudah menjadi area kota dan banyak rumah warga di sekitar kendang,” jelas Agus.

Dikatakan, dengan mengurus izin ini masyarakat dapat memahami kehadiran peternak ikut mengambil bagi dalam memberikan dampak penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menambahkan lewat pelatihan ini peternak bakal memahami akan dampak lingkungan seperti pencemaran udara akibat bau kendang dan lalat sehingga membutuhkan pengetahuan bagaimana cara mengatasinya agar lingkungan tetap aman.

Dalam berusaha ternak ayam, Agus mengingatkan sesama peternak atau pembeli dilarang mengunjungi kandang untuk menjaga sistem sefty kandang. Karena media pembawa virus biasanya melekat pada tubuh, pakaian, sepatu dan sandal. Pengunjung tanpa disadari virus akan berpindah kepada ayam. Jika hal itu terjadi ratusan bahkan ribuan ayam akan terserang virus dan terlambat ditangani secara benar dapat mati semua.

Ia menyebutkan harga ayam potong saat ini dibeli oleh pengepul perkilo Rp31 ribu, dengan sistem jemput di kendang.

“Prospek ternak ayam potong saat ini sudah bagus. Tinggal peternak pelihara ikut tata cara dengan benar akan dapat hasil panen lumayan,” harap Agus.

DOC ayam potong merek POKPAN perboks 100 ekor dari Jayapura Rp1,1 atau 1,2 juta. Sementara pakan disiapkan oleh pengepul sebagai mitra dengan sistem pembayaran dipotong pada saat panen. **