Kolase Foto Keluarga Besar SMTK Berea Timika Rayakan Ibadah Syukur
DALAM nada suka cita, keluarga besar Lembaga Pendidikan Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Berea Timika merayakan ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31, di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Maranatha di Jalan Hasanuddin, Jumat 4 September 2026.
Ibadah syukur ini doa pembukaan dipimpin oleh Pdt. Moses Lokbere, S.Th yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Kristen Injil Indonesia (YPKII), kotbah disampaikan oleh Pdt. Lukas Kadepa, S.Th, penasehat GKII Klasis Timika Kota dan doa safa’at oleh Pdt. Nahor Maiseni, M.Th, Sekretaris Daerah GKII Amungsa.
Perayaan syukur berlangsung sederhana mengusung tema utama “Tak Berkesudahan Kasih Setia Tuhan, Oleh Sebab Itu Aku Berharap Kepada-Nya (Ratapan 3:22-24).
Sub tema “Melalui Perayaan HUT Sekolah, Kita Diingatkan Untuk Menyatakan Kasih Setia Tuhan Kepada Sesama”.
Berikut rangkaian kolase foto momen ibadah syukur ke 31 SMTK Berea Timika yang diabadikan papuaglobalnews.com:
Para guru, siswa-siswi dan tamu undangan khusuk dalam doa pembukaan.
Pdt. Moses Lokbere, S.Th, selaku Ketua Yayasan memimpin doa pembukaan.
Pdt. Nahor Maiseni, S.Th, Sekretaris Daerah GKII Amungsa memimpin doa safaat.
Pdt. Lukas Kadepa, S.Th, penasehat GKII Klasis Timika Kota membawakan kotbah.
Pelajar SMTK Berea Timika dari Moni membawakan lagu Kasih Tuhan Tak Berkesudahan dalam bahasa daerah.
Seluruh siswa-siswi menyanyikan lagu pada ibadah syukur.
Pdt. Nahor Maiseni, S.Th, Sekretaris Daerah GKII Amungsa menyampaikan sambutan.
Ketua Yayasan Pdt. Moses Lokbere, S.Th, menyampaikan sambutan.
Nius Wenda, Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika menyampaikan sambutan.
Dr. Krinus Kum, Ketua Biro Pendidikan Sinode Wilayah II Papua Tengah menyampaikan sambutan.
Para guru, siswa-siswi dan tamu undangan mengikuti rangkaian acara pembukaan ibadah.
Wakasek SMTK Berea Timika, Markus Blamen, S.Th membacakan sambutan mewakili Kepala SMTK Berea Timika Diben Murib.
Dalam suasana suka cita para guru, ketua yayasan, perwakilan siswa dan tamu undangan saling suap kue ulang tahun.
Singers menyanyikan lagu-lagu pujian.
Khusuk dalam doa penutup ibadah syukur.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















