Ketua YPKB Mimika, Thomas Too, menjelaskan yayasan ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi pendidikan masyarakat Kamoro. Nama “Kamoro Bangkit” dipilih sebagai semangat dan dorongan moral agar generasi muda Kamoro bangkit melalui pendidikan.

“Bantuan hari ini adalah bentuk kepedulian lembaga adat untuk membantu adik-adik Kamoro yang tinggal di Asrama Solus Populi,” ujarnya.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir agar YPKB semakin kuat dalam mengelola dan meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Kamoro.

Sementara itu, John Mamiri menyampaikan terima kasih kepada manajemen PT Freeport Indonesia yang terus memberikan perhatian melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikelola YPMAK.

“Kami berharap Freeport terus mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui dana kemitraan yang dikelola YPMAK untuk Suku Kamoro, Amungme, lima suku kekerabatan, dan masyarakat Papua lainnya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa putra-putri Kamoro dan Amungme sebagai pemilik hak ulayat di wilayah operasional perusahaan harus mendapatkan perhatian lebih dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Bantuan ini adalah wujud pemenuhan janji tahun lalu dan semoga bermanfaat bagi adik-adik di asrama,” tambahnya.

Pembina Asrama, Sr. Agnita Degei, SRM, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan melalui YPKB dan LEMASKO. Ia mengungkapkan sejak ditugaskan menjadi pembina, kondisi kasur di asrama sudah tidak layak digunakan, namun ia belum mengetahui harus mengajukan permohonan bantuan kepada siapa.

“Tahun lalu YPKB bersama LEMASKO datang melihat langsung kondisi asrama yang sangat memprihatinkan. Puji Tuhan hari ini kami dilengkapi alat tidur, alat mandi, alat makan, dan alat kebersihan,” ujarnya.

Ia berkomitmen bersama anak-anak untuk menjaga dan merawat seluruh bantuan yang telah diberikan.

Sebagai seorang suster sekaligus putri Papua, Sr. Agnita mengakui membina dan mendampingi anak-anak Kamoro bukanlah hal mudah. Namun ia memandang tugas tersebut sebagai kesempatan untuk saling belajar dan berbagi, dengan harapan bersama dapat bangkit bersama anak-anak Kamoro untuk membangun tanah ini menjadi lebih baik. **