Khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan topografi curam atau rawan longsor, diminta untuk tetap waspada, terutama jika hujan turun secara terus-menerus dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, warga yang berada di dataran rendah dan di sekitar aliran sungai diingatkan untuk mengantisipasi potensi genangan maupun banjir.

BMKG juga meminta instansi terkait seperti BPBD, Balai Wilayah Sungai, serta aparat kepolisian untuk siaga mengantisipasi potensi gangguan. Langkah ini termasuk pengaturan arus lalu lintas serta menghindarkan masyarakat dari wilayah rawan bencana selama periode cuaca ekstrem berlangsung.

Selain itu, masyarakat yang terpaksa meninggalkan rumah akibat kondisi cuaca ekstrem disarankan untuk kembali setelah 1 hingga 2 jam sejak peringatan berakhir, dengan tetap memastikan kondisi lingkungan sudah aman.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi guna menghindari risiko yang lebih besar akibat cuaca ekstrem. **