“Kami pusatkan di halaman masjid supaya sasarannya tepat kepada umat Muslim yang sedang berpuasa. Kami berharap melalui program pangan murah ini dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka,” jelas Nyoman.

Nyoman juga menyampaikan pada kegiatan GPM tersebut, DKP memaksimalkan penjualan pangan lokal hasil kebun mama-mama Papua. Hasil bumi tersebut dibeli oleh dinas dan dijual kembali melalui Kios Pangan Keliling dengan harga yang lebih terjangkau.

Ia berharap masyarakat Mimika tidak hanya membeli sembako, tetapi juga mulai membiasakan diri mengonsumsi pangan lokal yang tidak kalah bergizi dengan bahan pangan lainnya.

“Sebagai masyarakat, kita harus mulai membiasakan mengonsumsi dan mencintai pangan lokal di rumah. Ini penting bagi anak-anak sebagai generasi masa depan agar tidak sepenuhnya bergantung pada beras,” ujarnya.

Menurutnya, dengan mengonsumsi pangan lokal, masyarakat secara tidak langsung juga mendukung mama-mama Papua yang berprofesi sebagai petani agar semakin semangat berkebun dan menanam, sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga dari hasil kebun mereka.

Selain pangan lokal, pada operasi GPM kali ini juga disediakan satu truk ikan segar hasil kerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Mimika.

Melalui penyediaan ikan segar tersebut, pemerintah ingin mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein yang sehat sekaligus membantu mengendalikan inflasi konsumsi daging.

“Masyarakat didorong untuk lebih banyak mengonsumsi ikan karena kandungan proteinnya tidak kalah dengan daging lainnya,” katanya.

Nyoman menambahkan, bagi masyarakat yang gemar kuliner, hidangan ikan bakar menjadi salah satu menu yang hampir selalu hadir dalam momen hari raya keagamaan.

“Rasanya kurang lengkap merayakan hari raya tanpa hidangan ikan bakar di atas meja,” tutupnya.

Perlu diketahuiuntuk operasi GPM keenam nantinya dilaksanakan di halaman Masjid Babusallam di Jalan KH. Dewantara pada tanggal 14 Maret 2026. **