Magdalena Ema Nunang yang sehari-hari bekerja di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan) Kabupaten Mimika ini menjelaskan, dalam keputusan rapat dirinya ditetapkan sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat sekaligus Koordinator Panti Asuhan se-Tanah Papua (enam provinsi).

Ia mengakui, pencapaiannya sebagai peringkat ketiga sekaligus Koordinator Wilayah Papua merupakan hasil kerja keras dan dedikasi selama satu bulan, termasuk melakukan pendataan panti asuhan menggunakan telepon seluler.

Dari hasil kerjanya, kini telah terdata sekitar 60 panti asuhan anak yang tersebar di 14 kabupaten/kota di enam provinsi di Tanah Papua.

“Tak menyangka, berawal dari menghadiri undangan Silatnas Panti Asuhan se-Indonesia, saya bisa mengikuti seluruh proses yang cukup sulit, tetapi dapat dilalui dengan baik tanpa hambatan,” ujarnya.

Ia juga mengaku terharu karena dipercaya menjadi salah satu perumus inti yang akan menandatangani akta pendirian ASPANNI di hadapan notaris.

“Saya tidak menyangka suara akar rumput didengar dan diterima oleh Tim Inisiator dan Sponsor serta para pakar panti asuhan nasional,” katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dari 100 peserta awal, dirinya merupakan satu-satunya perempuan Katolik yang mengikuti seleksi tersebut. Bahkan pada tahap akhir, ia menjadi satu-satunya perempuan yang lolos hingga tiga besar.

Pendiri Yayasan Peduli Kasih Panti Asuhan Santa Susana Timika ini mengaku sangat terharu atas pencapaian tersebut.

“Saya merasa haru dan bahagia. Saya percaya Tuhan turut campur tangan dalam seluruh proses ini. Perjuangan untuk bertahan dalam seleksi nasional sangat berat, termasuk biaya transportasi,” ungkapnya.

Meski demikian, ia bersyukur karena seluruh proses dapat dilalui dengan baik. Saat ini, dirinya masih menunggu informasi lanjutan terkait pelantikan pengurus inti nasional oleh Badan Pengentasan Kemiskinan RI.

Ia juga menjelaskan bahwa nama-nama dari Papua yang masuk dalam kepengurusan pusat ASPANNI merupakan para pelaku pelayanan panti asuhan. Mereka juga dapat dihubungi oleh pengurus terpilih, termasuk pers, untuk menyampaikan informasi kepada publik mengenai kegiatan ASPANNI di tingkat pusat maupun daerah.

Ke depan, kegiatan sosialisasi ASPANNI akan dilaksanakan setelah pelantikan Dewan Pengurus Pusat. **