“Saya ajak warga Kamoro jangan jual tanah. Tanah warisan leluhur untuk anak cucu. Tugas  kita umat membantu mereka dengan memberdayakan mereka agar tanah jangan dikasih ke kelompok ekonomis yang hanya mencari keuntungan,” pesan Uskup.

Uskup berharap tugas bersama untuk membela misi Tuhan bagi mereka yang kecil, papa dan lemah. Mereka yang lemah mesti diangkat agar dapat bersaing dengan yang kuat di Timika ini.

Momen kelahiran Yesus di kandang yang hina menjadi kesempatan untuk orang Kristiani umumnya membela, memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan kejujuran bagi orang Kamoro. Orang Kamoro seperti halnya para gembala, merupakan orang kecil, lemah dan disingkirkan dari sistem di tanah kelahirannya.

Orang Kamoro meskipun hidup di atas tanah yang penuh susu dan madu namun susah, karena hasilnya dibawa keluar oleh orang-orang kapitalis yang mempunyai kepentingan untuk mengejar kekayaan sementara di dunia.  **