Pater Gabriel berharap iman, kasih dan pengharapan yang diwariskan Yesus sang raja damai, harus sungguh-sungguh diresapi dalam hidup setiap hari. Untuk itu, penghayatan iman menjadi diatas segala-galanya dibandingkan hal-hal yang disebabkan oleh kepentingan ekonomi, politik dan kekuasaan semata yang membuat orang saling cemburu, bermusuhan dan konflik.

Pesan Pater Gabriel, iman harus mampu mengalahkan hal-hal buruk itu. Sebab, orang-orang yang tinggal di Papua ini adalah orang-orang yang mengimani Yesus sebagai pembawa damai, saling mengasihi, melayani dan dengan harapan bisa hidup dan mengalami kebahagiaan penuh suka cita.

Sementara Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau berharap seluruh masyarakat Mimika tanpa memandang suku, agama, budaya dan bahasa menjaga keamanan di daerah ini tetap kondusif. Ini bertujuan memberikan dukungan kepada umat Kristiani dalam merayakan Hari Raya Paskah dengan penuh damai serta suka cita.

Ia meyakini dengan daerah ini aman selain pelaksanaan perayaan Paskah berjalan lancar menjadi bagian penting mendukung pembangunan di Mimika kedepan semakin lebih baik.

“Mari kita jaga toleransi dan ciptakan keharmonisan supaya ikatan keluarga besar Kabupaten Mimika tetap terjaga baik,” ajaknya.

Ia menegaskan, sebagai masyarakat Mimika mempunyai kewajiban yang sama memelihara daerah ini selalu aman supaya melahirkan rasa damai dan harmonis bagi semua orang yang datang maupun tinggal di daerah ini.

Sementara Dr. Jeffrey C. Hutagalung, M. Phill Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika mengajak kepada seluruh umat beragama di Mimika terus memelihara nilai-nilai kerukunan, toleransi agar terciptanya suasana harmonis, kondusif, aman dan damai selama Tri Hari Suci umat Kristiani menuju Mimika maju.

Jeffrey berharap pesan-pesan damai menyambut Tri Hari Suci Paskah terus disuarakan di setiap ruang publik agar menjangkau semua pihak.

Karena momen rahmat ini, mampu melahirkan sebuah paradigma membangun iman makin baik dengan sikap toleran menuju penghormatan kepada Tuhan pencipta alam semesta, Tuhan Yang Maha Esa yang penuh kasih.

Lewat samangat kurban Yesus Kristus di kayu salib, wafat dan bangkit kembali dari antara orang mati membawa suatu harapan baru bagi umat manusia untuk semakin solider, saling mengasihi, memaafkan, mengampuni dan menerima perbedaan. Ini menjadi makna terbesar dalam perayaan Tri Hari Suci.

Kepada umat beragama ia mengajak bersama pemerintah, TNI-Polri tetap menjaga Mimika sebagai rumah bersama penuh damai menuju kesejahteraan. **