Tim Harmoni Deiyai Batal Bertemu Warga Mee di Mogodadi, Decky Tenoye: Kami Kecewa dengan Tembakan Peringatan Lima Kali
Menurut Decky, Tim Harmoni dari Mimika bahkan telah lebih dahulu menuju Kapiraya. Ia pun mempertanyakan mengapa pelarangan tersebut masih terjadi.
“Tim harmoni yang kita bentuk ini untuk perdamaian, bukan untuk ajang perang. Bama yang kami bawa untuk membantu masyarakat Mogodadi dalam penyelesaian tapal batas adat,” tegasnya.
Decky juga menyayangkan adanya penolakan dari sebagian keluarga besar Kamoro di Kapiraya terhadap kehadiran Tim Harmoni Deiyai. Ia menegaskan tujuan kedatangan tim semata-mata untuk membantu proses penyelesaian tapal batas secara damai.
Dengan batalnya pertemuan tersebut, Tim Harmoni Deiyai berencana menggelar rapat lanjutan guna mencari solusi, termasuk kemungkinan mengundang perwakilan tokoh adat dari enam kampung di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, serta lima kampung di Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, untuk bertemu di Timika atau Nabire.
“Kejadian ini akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Tim Harmoni Provinsi Papua Tengah sebagai fasilitator penyelesaian Kapiraya. Dari situ kita menunggu arahan selanjutnya,” katanya.
Decky juga mengimbau seluruh masyarakat, baik Kamoro maupun Mee, agar tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan dapat menghambat proses perdamaian.
“Semua tim harmoni dari tiga kabupaten ini datang dengan tujuan yang sama, yaitu perdamaian. Jadi mari kita dukung bersama,” harapnya.
Ia menambahkan, akses satu-satunya bagi masyarakat Mee menuju Kapiraya dalam rangka proses perdamaian tersebut hanya melalui jalur pelabuhan. **



































