Pesan Uskup Bernardus Bofitwos Baru, OSA kepada Ratusan Krismawan-Krismawati Paroki Santo Stefanus Sempan Timika
“Peran Yohanes Pembaptis itu menjadi peran kita semua,” katanya.
Penegasan untuk Dunia Pendidikan
Dari refleksi itu, Uskup Bernardus mengaitkan persoalan tenaga pendidik di sekolah-sekolah YPPK yang menurutnya mengalami kemunduran secara kualitas sehingga anak-anak belum mampu bersaing dengan sekolah lain.
“Guru dipanggil dan diutus, bukan kebetulan, bukan mencari pekerjaan dan uang. Guru adalah perpanjangan tangan seperti Yohanes untuk mengajarkan iman dan kasih menuju kebenaran,” tegasnya.
Ia juga menyoroti mentalitas kapitalistik dalam dunia pendidikan yang lebih menekankan intelektual dan teknologi sambil mengabaikan pendidikan karakter, moral-spiritual dan pembentukan manusia holistik.
Menurutnya, pendidikan telah menjadi proyek yang berkaitan dengan uang sehingga setiap pergantian pemerintahan diikuti pergantian menteri dan kurikulum, dan masyarakat menjadi korban.
Makna Sakramen Krisma
Terkait Sakramen Krisma, Uskup menjelaskan bahwa dalam Gereja Katolik terdapat tujuh sakramen, namun menurut Santo Agustinus terdapat sekitar 30 sakramen dalam pengertian simbol atau tanda.
“Minyak Krisma adalah Sakramen Krisma yang diberikan dengan minyak disertai kata-kata imam atau uskup. Disebut forma adalah kata-kata ‘Terimalah karunia Roh Kudus’, sementara materia adalah minyak Krisma,” jelasnya.
Sebagai Katolik sejati yang telah menerima Krisma, umat dituntut berani berbicara tentang kebenaran, berani menolak ajakan curang seperti korupsi dan menipu, serta mengambil uang hanya dari hasil jerih payah sendiri.
Jika tidak, kata Uskup, umat hanya mengikuti seremonial belaka seperti orang Farisi Saduki hanya mengejar identitas agar disebut Katolik atau sekadar memenuhi syarat administrasi negara.
Dengan menerima Krisma pula umat dipanggil menjadi saksi, menjadi dewasa dalam iman dan bertindak sesuai roh Allah bukan roh manusia dan dunia.
Uskup mendorong para krismawan-krismawati untuk rajin mendaraskan doa Novena Roh Kudus dan rosario setiap hari sebagai sarana memurnikan diri agar tidak dikuasai roh jahat.
“Bisikan roh Allah hanya memberitahu satu kali,” pungkasnya. **






