Pertobatan Ekologis Memulihkan Keutuhan Ciptaan : Kecerobohan Manusia Membuat Bumi Makin Rusak (Bagian I APP 2025)
Refleksi
1. Sadarkah bahwa dalam diri manusia, Allah telah melengkapinya dengan kemampuan istimewa, yakni kemampuan untuk memelihara dan melestarikan alam ciptaan-Nya?
2. Apakah tanggung jawab untuk memelihara dan melestarikan alam ciptaan melekat pada seluruh umat manusia ataukah hanya sekelompok orang saja?
3. Apa saja hal konkret yang dapat dilakukan oleh manusia untuk memelihara keutuhan alam ciptaan?
Aksi nyata
Untuk mencapai budaya ekologis, terdapat beberapa kegiatan alternatif yang dapat dilakukan:
1. Dengan tekun memilah sampah dan menjadikan sampah sebagai pupuk, media tanam, atau bahan eco enzyme.
2. Pendidikan nilai untuk ekologi tubuh dengan berkatakes bahwa tubuh kita butuh asupan yang sehat dan mengurangi zat-zat kimia sintetis serta mempromosikan asupan local yang sehat, mengingat tubuh manusia diciptakan Allah baik adanya.
3. Gerakan peduli lingkungan: misalnya membuat silih bakti selama masa prapaskah, baik pribadi atau kelompok memperhatikan lingkungan sekitar kita; gerakan sehari tanam mangrove sebatang untuk umat yang di sekitar pantai; gerakan penghijauan tanah paroki atau stasi yang nganggur, dsb.
4. Pola pertanian yang menerapkan budaya sabat dengan keanekaragaman, tidak terus-menerus menyiksa tanah dengan satu jenis tanaman. (Sumber Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Timika)
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















