Refleksi

1. Sadarkah bahwa dalam diri manusia, Allah telah melengkapinya dengan kemampuan istimewa, yakni kemampuan untuk memelihara dan melestarikan alam ciptaan-Nya?

2. Apakah tanggung jawab untuk memelihara dan melestarikan alam ciptaan melekat pada seluruh umat manusia ataukah hanya sekelompok orang saja?

3. Apa saja hal konkret yang dapat dilakukan oleh manusia untuk memelihara keutuhan alam ciptaan?

Aksi nyata

Untuk mencapai budaya ekologis, terdapat beberapa kegiatan alternatif yang dapat dilakukan:

1. Dengan tekun memilah sampah dan menjadikan sampah sebagai pupuk, media tanam, atau bahan eco enzyme.

2. Pendidikan nilai untuk ekologi tubuh dengan berkatakes bahwa tubuh kita butuh asupan yang sehat dan mengurangi zat-zat kimia sintetis serta mempromosikan asupan local yang sehat, mengingat tubuh manusia diciptakan Allah baik adanya.

3. Gerakan peduli lingkungan: misalnya membuat silih bakti selama masa prapaskah, baik pribadi atau kelompok memperhatikan lingkungan sekitar kita; gerakan sehari tanam mangrove sebatang untuk umat yang di sekitar pantai; gerakan penghijauan tanah paroki atau stasi yang nganggur, dsb.

4. Pola pertanian yang menerapkan budaya sabat dengan keanekaragaman, tidak terus-menerus menyiksa tanah dengan satu jenis tanaman. (Sumber Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Timika)