“Pembangunan ketenagakerjaan adalah aspek fundamental dalam pembangunan daerah. Melalui FGD ini diharapkan dapat dirumuskan strategi peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, peningkatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja, serta antisipasi terhadap perubahan pasar kerja akibat globalisasi dan teknologi,” kata Bupati John.

Bupati Johannes menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari proses strategis penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mimika. Dokumen Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTK) dapat menjadi kompas utama dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan di masa mendatang.

Ia juga menyoroti empat fokus utama pembangunan tenaga kerja daerah, yakni:

1. Meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat yang belum bekerja atau yang sudah bekerja agar memperoleh penghasilan lebih baik.

2. Menjamin perlindungan bagi pekerja agar tetap aman dan sejahtera (tidak terkena PHK).

3. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar lebih berdaya saing.

4. Menciptakan suasana kerja yang kondusif antara dunia usaha, industri, dan serikat pekerja.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkontribusi aktif dalam perencanaan ini agar menghasilkan rekomendasi konkret dan aplikatif yang menjawab tantangan nyata Kabupaten Mimika.

Pada kesempatan itu, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mimika melalui kebijakan ketenagakerjaan yang berpihak pada rakyat. **