Pakaian dan alas kaki: -1,81 persen.

Pendidikan: -0,15 persen.

Komoditas Penyumbang Inflasi dan Deflasi

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi y-on-y antara lain: emas perhiasan, minyak goreng, beras, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, tarif listrik, bawang merah, kopi bubuk, ikan cakalang, serta buku tulis bergaris.

Sementara komoditas yang menahan inflasi (deflasi) meliputi: daging babi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang putih, tomat, cabai, kol/kubis, tahu mentah, tempe, bensin, serta berbagai komoditas hortikultura lainnya.

Inflasi Bulanan

Pada Maret 2026, inflasi bulanan sebesar 0,26 persen dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah komoditas seperti: cabai rawit, beras, ikan, angkutan udara, bensin, wortel, kol, tempe, dan cabai merah.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: jeruk nipis, bawang merah, tomat, terong, semangka, tauge, gula pasir, bawang putih, dan jagung manis.

Andil Kelompok Pengeluaran

Kelompok yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi y-on-y adalah:

Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 1,86 persen.

Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 0,27 persen.

Transportasi: 0,18 persen.

Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil deflasi sebesar 0,45 persen.

Adapun inflasi year to date (y-to-d) Maret 2026 tercatat sebesar 0,87 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. **