Timika,papuaglobalnews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2026. Tercatat, inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,87 persen, sedangkan inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,26 persen.

Tren inflasi ini dibandingkan tahun sebelumnya, inflasi di Timika menunjukkan tren menurun. Berdasarkan data Maret 2026 sebesar 1,87 persen. Maret 2025 naik 4,79 persen dan Maret 2024 turun 3,46 persen.

Kepala BPS Mimika, Ouceu Satyadipura, dalam rilis yang diterima pada Kamis 2 April 2026 menjelaskan, pada Maret 2026 IHK Timika mencapai 113,75, naik dari 111,66 pada Maret 2025.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada beberapa kelompok pengeluaran,” jelasnya.

Kelompok Penyumbang Inflasi

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan antara lain:

Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 1,89 persen.

Perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga: 0,39 persen.

Kesehatan: 0,26 persen.

Transportasi: 2,00 persen.

Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan: 0,02 persen.

Rekreasi, olahraga, dan budaya: 4,95 persen.

Penyediaan makanan dan minuman/restoran: 0,52 persen.

Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 26,76 persen.

Sementara kelompok yang mengalami penurunan indeks yaitu:

Makanan, minuman, dan tembakau: -1,03 persen.

Pakaian dan alas kaki: -1,81 persen.

Pendidikan: -0,15 persen.

Komoditas Penyumbang Inflasi dan Deflasi

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi y-on-y antara lain: emas perhiasan, minyak goreng, beras, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, tarif listrik, bawang merah, kopi bubuk, ikan cakalang, serta buku tulis bergaris.

Sementara komoditas yang menahan inflasi (deflasi) meliputi: daging babi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang putih, tomat, cabai, kol/kubis, tahu mentah, tempe, bensin, serta berbagai komoditas hortikultura lainnya.

Inflasi Bulanan

Pada Maret 2026, inflasi bulanan sebesar 0,26 persen dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah komoditas seperti: cabai rawit, beras, ikan, angkutan udara, bensin, wortel, kol, tempe, dan cabai merah.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: jeruk nipis, bawang merah, tomat, terong, semangka, tauge, gula pasir, bawang putih, dan jagung manis.

Andil Kelompok Pengeluaran

Kelompok yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi y-on-y adalah:

Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 1,86 persen.

Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 0,27 persen.

Transportasi: 0,18 persen.

Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil deflasi sebesar 0,45 persen.

Adapun inflasi year to date (y-to-d) Maret 2026 tercatat sebesar 0,87 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. **