Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama ASN Pemkab Ngada, Uskup Budi: Nama Yesus Berarti Allah Adalah Penyelamat dan Identitas
Ngada,papuaglobalnews.com – Uskup Agung Ende, Mgr. Budi Kleden, SVD, menegaskan nama Yesus berarti Allah adalah Penyelamat dan sekaligus merupakan identitas iman yang harus dihayati dalam kehidupan dan pelayanan.
Penegasan tersebut disampaikan Uskup Budi dalam homilinya pada Perayaan Natal dan Tahun Baru bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 3 Januari 2026, yang bertepatan dengan Pesta Nama Tersuci Yesus.
Menurut Uskup Budi, nama Yesus merupakan pengakuan iman bahwa Allah hadir sebagai Penyelamat manusia. Nama bukan sekadar bunyi atau rangkaian huruf, melainkan menyangkut diri, martabat, dan identitas seseorang.
“Nama itu tanda dan identitas. Orang Romawi kuno mengatakan nomen est omen, nama adalah pertanda. Karena itu dalam Sepuluh Perintah Allah ditegaskan agar jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam banyak budaya, nama menghubungkan seseorang dengan keluarga, masa lalu, harapan, dan masa depan. Bahkan, tidak jarang nama diwariskan dari kakek, nenek, atau orang tua sebagai penanda kesinambungan identitas keluarga.
Namun, lanjut Uskup Budi, ada juga pandangan yang menganggap nama tidak memiliki makna. Ia mengutip ungkapan terkenal William Shakespeare, “What is a name?”, yang memandang nama sekadar bunyi tanpa arti. Pandangan ini, menurutnya, berbeda dengan keyakinan iman Kristen.
“Kita percaya bahwa nama adalah ungkapan harapan, rencana, visi, dan perutusan,” tegasnya.
Ia kemudian mengaitkan hal tersebut dengan ungkapan yang lahir dari pertemuan internasional Serikat Sabda Allah (SVD) tahun 2018, yakni “Our name is our mission” (Nama kita adalah perutusan kita).
“Nama adalah penugasan. Karena itu pemerintahan baru selalu memilih nama kabinet atau periode pemerintahannya, sebab nama mencerminkan visi, tanggung jawab, dan arah pelayanan,” paparnya.
Kepada para ASN, Uskup Budi menegaskan bahwa identitas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat bukan sekadar gelar, melainkan harus nyata dalam sikap dan pelayanan sehari-hari.
Dalam refleksinya, Uskup Budi juga mengaitkan bacaan Kitab Suci dengan tiga hal penting yang harus dihayati, yakni tahu diri, tahu tanggung jawab, dan tahu hidup dalam kebenaran.
Pertama, tahu diri dan tahu siapa kita. Ia mengutip Surat Pertama Yohanes yang menegaskan bahwa orang beriman adalah anak-anak Allah, sebuah status yang lahir dari kasih karunia, bukan prestasi manusia. Karena itu, hidup orang beriman harus selaras dengan identitas tersebut.
“Identitas menentukan perilaku. Karena kita anak Allah, maka pantaslah kita hidup sebagai anak Allah,” katanya, seraya mengingatkan agar menjauhi dosa, tidak merendahkan sesama, dan menjaga alam ciptaan.
Kedua, tahu tanggung jawab dan batasnya. Ia meneladankan Yohanes Pembaptis yang sadar akan tugasnya sebagai penunjuk jalan bagi Yesus, bukan pusat perhatian. Meski populer, Yohanes tidak mengambil alih peran yang bukan miliknya.
“Sebagai ASN, Anda bagian dari satu korps dan satu sistem. Sadari batas tugas dan tanggung jawab Anda,” ujarnya.
Ketiga, tahu mencari, menjalankan, dan membela kebenaran. Kebenaran, menurut Uskup Budi, adalah kesesuaian antara apa yang dikatakan, direncanakan, dan dilaksanakan.
“Kalau laporan tidak sesuai dengan kenyataan, di situlah ketidakbenaran. Bagi orang beriman, kebenaran berarti kesesuaian hidup dengan kehendak Tuhan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa dalam iman Kristiani, kebenaran itu terwujud dalam diri Yesus sendiri, yang menghadirkan keselamatan, kehidupan bermartabat bagi semua orang, terutama kaum miskin dan terpinggirkan serta kepedulian terhadap alam sebagai rumah bersama.
Menutup homilinya, Uskup Budi berharap agar perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi para ASN dan seluruh umat untuk meneguhkan identitas, menyadari tanggung jawab, dan hidup dalam kebenaran.
“Semoga melalui kita, kehadiran Yesus sungguh menjadi keselamatan bagi keluarga dan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat,” tutupnya. **











