Selain banyak warga yang sudah jatuh korban meninggal dunia dan luka-luka saat ini mama-mama kesulitan keluar rumah turun ke kebun mencari makanan. Warga yang rumahnya dibakar memilih mengamankan diri dengan mengungsi di gereja-gereja.

Akibat perang ini berdampak pula anak-anak SD, SMP dan SMA tidak mendapatkan akses pendidikan secara baik karena tidak masuk sekolah lantaran merasa takut.

“Masyarakat tidak berani keluar rumah karena diancam dan bahkan dikejar. Perempuan-perempuan yang keluar dari rumah diperkosa. Inikan dalam situasi perang semua adukan bebas,” katanya.

Menyikapi persoalan ini, Melianus meminta kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi Papua Tengah secepatnya mengambil langkah antisipatif memberikan pertolongan bantuan bahan makanan (Bama) dan tempat tinggal yang lebih aman.

Selain menganjurkan pemerintah memberikan perhatikan bantuan makanan dan mengevakuasi masyarakat di tempat yang aman, perlu menyelamatkan masa depan anak-anak usia sekolah.

“Anak-anak sekolah di sana menjadi korban. Karena mereka tidak ikut proses belajar mengajar. Sejak pecahnya perang hingga saat ini pendidikan di sana sangat disayangkan,” sesalnya.

Ia juga berharap Pemerintah Papua Tengah dan Kabupaten Puncak Jaya segera mengambil langkah bijak mengakhiri perang antarkedua pendukung Paslon 01 dan 02 Bupati dan Wakil Bupati. **