“Kami sudah melaksanakan job fair, tetapi spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan tidak sesuai dengan pelamar yang memasukkan berkas. Ini menjadi salah satu kendala utama,” jelasnya.

Ke depan, lanjut James, program job fair tetap akan dilanjutkan pada masa pemerintahan Gubernur Papua Tengah Meki, namun untuk sementara lebih difokuskan pada program pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Salah satunya dengan mengirim calon tenaga kerja ke Subang untuk pelatihan bioflok. Selain itu, kami juga memberikan pelatihan muntir, menjahit, salon, serta keterampilan lainnya. Program-program ini diprioritaskan bagi masyarakat Orang Asli Papua (OAP),” pungkasnya. **