Boven Digoel,papuaglobalnews.com – Frits Hugagi, salah satu tokoh pemuda yang mewakili Suku Awyu, Kombay, dan Korway di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, menaruh harapan besar agar Pemerintah Pusat (Pempus) lebih serius menyikapi aspirasi pemekaran Calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Aukomkor.

Harapan tersebut disampaikan menyusul penyerahan aspirasi masyarakat tiga suku secara tertulis melalui Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Papua Selatan, Frits Tobo Wakasu, pada 31 Januari 2026 lalu.

Dalam rilis yang diterima redaksi papuaglobalnews.com, Senin 9 Februari 2026, Frits mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi pelayanan publik yang selama ini dirasakan masyarakat  Awyu, Kombay, dan Korway. Menurutnya, Kabupaten Boven Digoel masih tergolong wilayah yang sulit dijangkau pemerintah, sehingga pelayanan publik belum berjalan maksimal.

“Kondisi geografis, topografi, serta pembangunan yang belum merata hingga ke kampung-kampung menjadi penyebab utama sulitnya pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” ujar Frits.

Ia menilai, jika dikaji secara akademis, wilayah tersebut sudah sangat layak untuk dimekarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tujuan utama pemekaran adalah memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintahan sebagaimana amanat undang-undang.

Frits menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan harus berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti sandang, pangan, dan papan. Tantangan ini, katanya, membutuhkan inovasi dalam pola pelayanan publik agar taraf hidup masyarakat dapat meningkat dan secara perlahan terlepas dari jerat kemiskinan.

“Kehadiran DOB bukan hanya soal administrasi pemerintahan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun sosial budaya. Masyarakat harus benar-benar merasakan kehadiran negara melalui pembangunan,” jelasnya.