Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau didampingi Kepala Bappenda Yohana Paliling, Plt. Kepala Distrik Wania Merlyn Temorubun, Anggota DPRK Mimika menabuh tifa membuka Musrenbang, Jumat 27 Februari 2026. (Foto – Maria Goreti Barowati/papuaglobalnews.com).

 

Timika,papuaglobalnews.com – Pemerintah Distrik Wania, Kabupaten Mimika menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik tahun 2026 yang berlangsung di halaman Kantor Distrik Wania, Jumat 27 Februari 2026.

Musrenbang mengusung tema “Sinkronisasi Program Prioritas Daerah Menuju Akselerasi Ekonomi Kerakyatan, Penguatan UMKM dan Koperasi serta Transformasi Digital Pelayanan Publik Bersama Mewujudkan Mimika Gerbang Emas Responsif, Transparan dan Berdaya Saing.”

Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau.

Turut hadir Kepala Bappeda Mimika Yohana Paliling bersama tim asistensi, Plt. Kepala Distrik Wania Merlyn Temorubun, anggota DPRK Mimika Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Wania, para lurah, kepala kampung serta perwakilan masyarakat.

Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutan yang dibacakan Fransiskus Bokeyau, ditegaskan Musrenbang distrik merupakan salah satu tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang dilaksanakan secara partisipatif, transparan dan akuntabel.

Menurutnya, forum Musrenbang menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat kampung hingga distrik, guna memastikan setiap program dan kegiatan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di wilayah Distrik Wania.

“Melalui Musrenbang ini, kita tidak hanya berbicara tentang rencana pembangunan semata, tetapi juga tentang komitmen bersama dalam mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan agar setiap usulan program yang dihasilkan benar-benar berkualitas, terukur dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.

Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, terus berkomitmen mendukung pembangunan yang inklusif di seluruh wilayah, termasuk Distrik Wania yang memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar.

Namun demikian, diakui masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang perlu dihadapi bersama, seperti keterbatasan infrastruktur dasar, akses pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dalam Musrenbang RKPD Tahun 2026 ini, Bupati John menitipkan lima poin penting untuk menjadi perhatian bersama, yakni:

1. Menyusun skala prioritas pembangunan yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat.

2. Mengoptimalkan potensi lokal guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan.

4. Mempercepat pembangunan infrastruktur dasar guna membuka aksesibilitas antarwilayah.

5. Memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Karena itu, seluruh peserta Musrenbang diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan masukan, saran dan usulan yang konstruktif demi kemajuan Distrik Wania di masa mendatang.

Distrik Wania memiliki Kelurahan Kamoro Jaya, Wonosari Jaya, Kampung Nawaripi,  Mandiri Jaya dan Kadun Jaya dan Mawokauw Jaya. **