Pembangunan Gedung BLK UMKM YPTP Mimika Dimulai, Pastor Bruri : Kita Harus Jujur dan Setia Bekerja di BLK Ini
Timika,papuaglobalnews.com – Dalam rangka menyiapkan keterampilan atau skill bagi masa depan putra-putri Amungme, Kamoro, lima suku kekerabatan dan masyarakat Nusantara, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) UMKM Yayasan Pengembangan Talenta Papua (YPTP) di Kampung Kadun Jaya Kilometer 11, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa 6 Oktober 2026.
Pembangunannya diawali ibadah syukur pemberkatan batu dipimpin Pastor Bruri Renyaan, OFM, pastor rekan Paroki Santo Stefanus Sempan. Menyusul peletakan batu oleh Staf Ahli Kementerian Koperasi dan UMKM Yulius, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah Yuliten Makai, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Samuel Yogi, Pastor Bruri Renyaan, OFM, Ketua Kadin Mimika,Soter Potowapea serta Ketua KNPI Mimika Rafael Taorekeyau.
Pastor Bruri, OFM,dalam khotbahnya menyampaikan batu melambangkan keteguhan, kesetiaan dan kekuatan.
“Hari ini kita meletakkan batu pertama, tiga atau beberapa buah batu. Dengan menyadari sifat batu yang kokoh dan kuat, kita diminta supaya kita pun menjadi orang-orang yang kuat, jujur dan setia dalam membangun maupun bekerja di Balai Latihan Kerja,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam bacaan Injil, Yesus berbicara tentang batu dan pasir. Menurutnya, bacaan tersebut bukan sesuatu yang baru karena sering dibacakan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat peresmian maupun pemberkatan gedung.
“Yang dimaksudkan Yesus sebagai batu di sini adalah perkataan-Nya, firman-Nya. Kalau kita memulainya dengan doa seperti saat sekarang, maka kita mengharapkan bahwa Tuhan hari ini bersama kita, senantiasa ada bersama kita dalam setiap proses dan setiap kegiatan yang akan dilalui,” katanya.
Menurut Pastor Bruri, melalui ibadah peletakan batu pertama tersebut, umat mengundang Tuhan untuk hadir dan menyertai seluruh proses pembangunan serta kegiatan di tempat tersebut.
“Kita undang Tuhan hadir bersama kita supaya Tuhan melihat apa yang kita buat di tempat ini. Karena kita mengundang Tuhan supaya Tuhan melihat, maka nanti bekerjalah di tempat ini dengan satu kesadaran bahwa tiap hari Tuhan tahu dan Tuhan lihat apa yang kita buat,” tuturnya.
Ia mengingatkan agar setiap perilaku yang tidak sejalan dengan firman Tuhan ditinggalkan.
“Kelakuan-kelakuan kita yang tidak sejalan dengan firman-Nya, tinggalkan itu di tempat lain. Tempat yang kita berkati, Tuhan berkati menjadi dasar bagi semua yang bekerja di sini dalam menjalankan tugas pekerjaan,” pesannya.
Pastor Bruri juga mengingatkan agar kesibukan tidak membuat manusia melupakan doa.
“Kadang-kadang kita terlalu sibuk dengan hal-hal di luar itu sehingga kita lupa bahwa kita memulainya dengan doa. Seperti bangun tidur pagi tadi semua berdoa, nanti malam berdoa juga sebelum tidur,” katanya.
Ia kemudian mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk menyerahkan seluruh rencana dan niat baik pembangunan BLK tersebut kepada Tuhan.
“Mari kita serahkan semua rencana dan niat baik kita ini kepada Tuhan supaya yang kita kehendaki dan rencanakan ini berjalan sesuai dengan maunya Tuhan, bukan hanya maunya kita manusia,” ujarnya.
Menurutnya, manusia memiliki keterbatasan karena sering lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri daripada kepentingan sesama.
“Maunya kita juga tidak sempurna, karena lebih banyak kita pentingkan dan pikirkan diri kita daripada kita pentingkan orang lain dan sesama. Kita ingat lagi kata-kata Yesus dalam bacaan ini bahwasanya adalah kekuatan bagi kita dalam membangun diri kita, hidup kita, rencana, pekerjaan dan pelayanan kita masing-masing. Tuhan memberkati kita semua,” tegasnya.
Sementara Samuel Yogi dalam sambutan mengatakan, pembangunan BLK UMKM tersebut bertujuan agar generasi penerus dapat mandiri di atas tanah mereka sendiri.
Dalam menyukseskan pembangunan BLK, Samuel mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan seluruh pimpinan OPD di Kabupaten Mimika.
Ia mengatakan dengan dibangunnya BLK ini menjadi rumah produksi sentra UMKM di Papua Tengah dalam pengembangan keterampilan bagi pemuda dan pemudi Mimika.
Samuel menyampaikan pembangunan BLK menjadi salah satu program prioritas Gubernur Papua Tengah melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, pembangunan BLK tersebut penting bagi generasi muda Amungme, Kamoro dan lima suku kekerabatan serta nusantara lahir besar di Mimika.
“Tujuannya bahwa tempat ini sebagai pusat bagaimana orang asli Papua mereka bisa mandiri di atas tanah mereka sendiri,” jelasnya.
Samuel juga menyampaikan pembangunan BLK UMKM tersebut diinisiasi oleh Pastor Didimus Kosi, OFM.
Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Yayasan Pengembangan Talenta Papua serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan BLK UMKM tersebut.
Menurutnya, Yayasan Pengembangan Talenta Papua memiliki semangat untuk merangkul anak-anak putra daerah, khususnya suku Amungme dan Kamoro.
Ia mengatakan, pemerintah memberikan dukungan karena pembangunan BLK tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan UMKM.
Emanuel juga mengapresiasi kehadiran Staf Ahli Kementerian Koperasi dan UMKM dari Jakarta. Ia menilai kehadiran pemerintah pusat tersebut menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di Mimika.
Emanuel mengatakan, momentum peletakan batu pertama tersebut sangat penting bagi Kabupaten Mimika. Ia berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan, baik dalam bentuk kebijakan, pelatihan maupun pendanaan.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Mimika saat ini juga menghadapi berbagai kesulitan berkaitan dengan pendanaan, terutama dengan adanya efisiensi dan program-program pusat yang harus dilaksanakan, termasuk program Koperasi Merah Putih.
“Kami sumber daya manusia juga siap. Ada inovasi-inovasi UMKM yang sudah kita lakukan dan ini sudah boleh dikatakan sudah mencapai skala nasional,” ujarnya.
Menurut Emanuel, Pemerintah Kabupaten Mimika telah melakukan sejumlah terobosan melalui berbagai kegiatan berskala nasional. Ia berharap inovasi UMKM tersebut dapat terus berkembang hingga dikenal di tingkat dunia.
Ia juga menyampaikan pemerintah telah menjalin kerja sama dengan pihak luar untuk mempromosikan produk UMKM Mimika sehingga semakin dikenal dan mendapatkan penawaran kerja sama dari Kementerian Haji dan Umrah. Mereka membawa hasil karya UMKM Mimika dalam perjalanan umroh di tanah Suci.
Emanuel berharap pembangunan BLK UMKM tidak berhenti hanya pada peletakan batu pertama.
“Saya sudah meletakkan batu pertama untuk pembangunan beberapa koperasi. Jangan sampai hanya meletakkan batu pertama setelah itu selesai. Segera kepala Dinas Koperasi dan UMKM programkan ini semua untuk direalisasi,” tegasnya.
Ia meminta agar pembangunan sejumlah fasilitas yang telah direncanakan segera dilanjutkan melalui kerja sama dan penganggaran yang ada.
Sementara itu, Staf Ahli Kementerian Koperasi dan UMKM Julius menjelaskan pentingnya sinkronisasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pelaku UMKM.
Menurutnya, banyak pekerjaan yang dilakukan pemerintah daerah sehingga perlu adanya sinkronisasi agar program UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi agar setiap pihak dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan masing-masing.
Julius mengatakan, salah satu hal yang ditawarkan Kementerian Koperasi dan UMKM adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan teknologi.
“Kalau kita terbiasa melakukan kegiatan UMKM sekarang, kita harapkan melalui teknologi itu sehingga kita bisa menghasilkan efek yang lebih besar,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat memperluas jangkauan UMKM sehingga produk dan kegiatan yang dilakukan dapat menjangkau masyarakat dalam jumlah lebih besar.
Sementara Pater Didimus Kosi, OFM, Direktur YPTP menjelaskan BLK itu dibangun diatas lahan seluas dua hektar yang dibangun secara kolaborasi antara Dinas Koperasi UMKM Mimika Diskop UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Papua Tengah, YPMAK.
Ia menyebutkan BLK ini dilengkapi fasilitas bengkel pertukangan, las, kelistrikan, komputer.
Dalam mendukung keberlanjutan BLK tersebut kata Pastor Didimus akan dibukanya SMK yang mata keahliannya disesuaikan dengan kebutuhan BLK. Dengan tujuan semua tamatan SMK memiliki skil yang mumpuni dapat menunjang mereka dalam mencari kerja.
Ia mengakui selama ini masyarakat kaum muda Kamoro dan Amungme memiliki pendidikan formal namun belum menguasai salah satu keahlian dalam mendukung masuk dunia kerja.
Melalui kehadiran BLK ini, Pastor Didimus berharap kedepan menghasilkan anak-anak muda yang putus sekolah, maupun yang berijazah mempu bersaing di tempat kerja dengan saudara-saudaranya yang lain.
“Kita ingin selamatkan masa depan anak-anak Kamoro, Amungme, lima suku kekerabatan lainnya yang belum punya kerja karena tidak adanya keterampilan,” kata Pastor Didimus. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.






















