Timika, papuaglobalnews.com – Dalam upaya mendukung program Mimika Bersih, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika Papua Tengah terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Salah satu terobosan tahun ini adalah pembangunan 22 Kios Bank Sampah yang tersebar di 11 kelurahan di wilayah Mimika.

Kepala DLH Mimika, Jeffri Deda, menyampaikan bahwa peluncuran program Bank Sampah ini dijadwalkan berlangsung pekan depan dan akan dipusatkan di Kelurahan Inauga, Distrik Wania.

Menurut Jeffri, dari total 22 kios yang direncanakan, 13 kios telah selesai dibangun, sementara Sembilan kios lainnya masih terkendala lahan.

Kios Dilengkapi Tempat Penampungan dan Sembako

Jeffri menjelaskan bahwa setiap kios bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menampung sampah sementara sebelum diangkut pihak ketiga ke Bank Sampah Induk “Milik Haji Ilham” di area Pohon Jomblo, tetapi juga dilengkapi dengan kios sembako.

Melalui program ini, masyarakat dapat menukar sampah bernilai ekonomi, seperti plastik, kardus, besi, dan kaca, dengan kebutuhan pokok. Sistem penukarannya disesuaikan dengan nilai rupiah hasil timbangan sampah.

“Kelurahan akan membeli sampah warga kemudian ditukar dengan mie, beras, minyak goreng sesuai besaran nilainya. Warga datang bawa sampah, pulang bawa sembako untuk kebutuhan keluarga,” jelas Jeffri kepada papuaglobalnews.com, Jumat 14 November 2025.

Kelurahan Inauga Sambut Baik Program Bank Sampah

Secara terpisah, Kepala Kelurahan Inauga, Gerson Rumbarar, mengungkapkan bahwa DLH melalui pihak ketiga telah membangun satu unit kios dan bank sampah di kompleks kantor kelurahan. Ia menilai program ini menjadi bagian penting dalam mendukung pemerintah kelurahan menangani persoalan sampah di masyarakat.

“Kami sangat menyambut baik program ini karena membantu kami dan masyarakat, termasuk dalam peningkatan ekonomi keluarga,” ujar Gerson saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/11/2025).

Gerson menambahkan bahwa pihak kelurahan masih menunggu pemberitahuan resmi dari DLH untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Setelah ada kepastian, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada warga di 16 RT.

Menurutnya, sampah yang akan dijual harus dipilah sesuai jenisnya, misalnya botol plastik dipisahkan dari tutup dan labelnya. Setiap jenis sampah memiliki nilai harga yang berbeda.

Sampah yang telah dikumpulkan warga selanjutnya akan dijemput oleh petugas untuk dilakukan penimbangan.

Dampak Ekonomi dan Kebersihan Kota

Gerson berharap masyarakat dapat memanfaatkan program jual sampah dapat cuan ini karena memberi dua manfaat sekaligus, kebersihan kota dan peningkatan ekonomi warga.

Ia menyebutkan jumlah penduduk di Kelurahan Inauga berdasarkan data Pilkada 2024 mencapai sekitar 15 ribu jiwa.

“Kalau semua punya komitmen yang sama untuk menjaga kebersihan, program ini sangat baik. Kita dapat dua manfaat, kota bersih dan warga dapat uang atau sembako,” pungkasnya. **