Pdt. Dominggus juga menolak segala bentuk intimidasi, teror, dan provokasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu yang menciptakan situasi tidak kondusif, hingga menyebabkan jemaat takut beribadah dan terpaksa mengungsi dari tempat tinggalnya.

Ia meminta pemerintah membuka ruang dialog yang rukun dan damai dengan melibatkan semua pihak, agar tidak ada lagi jemaat yang menjadi korban.

Ia menegaskan bahwa Timika dan Tembagapura merupakan basis terbesar Jemaat Kingmi di Tanah Papua.

Selain kepada pemerintah, Pdt. Dominggus juga mengingatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi dan mengambil sumber daya alam di Papua, khususnya di wilayah Tembagapura, agar memberi perhatian yang adil (bukan dianaktirikan-red) kepada jemaat dan Gereja Kingmi serta menjaga kelestarian lingkungan agar tidak semakin rusak.

Sementara itu, Pieter Edoway, Ketua AMKI Kabupaten Mimika, menyampaikan terima kasih kepada Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua, khususnya kepada Pdt. Dominggus Pigay yang telah hadir dan melantik panitia HUT ke-64 Gereja Kingmi.

Menurut Pieter, tema “Berubah untuk Menjadi Kuat” menjadi dorongan iman bagi jemaat untuk semakin kokoh dalam pelayanan dan perubahan ke arah yang lebih baik. Melalui momentum HUT ke-64 ini, jemaat diajak mengenang kembali sejarah perjuangan para pewarta Injil hingga Gereja Kingmi bertahan mencapai usia 64 tahun dalam semangat Api Injil Empat Berganda.

Ia menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan dan perlombaan yang akan diselenggarakan panitia, termasuk penampilan anyaman kearifan lokal, logo, dan berbagai asesoris budaya lainnya untuk memeriahkan perayaan HUT. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di halaman Gedung Eme Neme Yauware.

Pieter juga mendorong Jemaat Kingmi untuk terus mendukung Pemerintah Kabupaten Mimika melalui doa-doa, agar keharmonisan dan toleransi antarumat beragama tetap terjaga sesuai tagline “Mimika Rumah Kita.”

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Jemaat GKI di Tanah Papua yang memperingati 171 tahun Pekabaran Injil (PI) pada 5 Februari 2026. Ia berharap momentum tersebut menjadi berkat bagi Papua, Indonesia, bahkan dunia.

Kepada panitia yang telah dibentuk, Pieter berharap agar tetap setia menjalankan tugas dan tanggung jawab hingga seluruh rangkaian perayaan HUT ke-64 Gereja Kingmi dapat terlaksana dengan baik dan penuh berkat. **