Haris juga menekankan pentingnya menjaga mutu hasil pertanian dengan mengarah pada sistem pertanian organik agar tanah tetap sehat dan produk yang dihasilkan aman dikonsumsi.

“Jika petani mampu menghasilkan produk bebas pestisida dalam jumlah besar, peluang kerja sama dengan PT Freeport Indonesia melalui Pangan Sari sangat terbuka, meskipun ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Selain itu, ia mengimbau petani untuk tidak hanya fokus pada satu jenis tanaman, tetapi juga mengembangkan komoditas lain seperti cabai, tomat, bawang merah, dan sayuran lainnya.

Pemerintah daerah, lanjut Haris, siap memberikan dukungan berupa bantuan bibit, pupuk, serta sarana dan prasarana pertanian bagi kelompok tani yang siap berkembang.

Ia juga mengapresiasi upaya Kelompok Tani Bina Usaha yang tidak hanya menanam labu madu, tetapi juga mulai mengembangkan tanaman pepaya yang kini telah berbunga dan berbuah.

Haris berharap, peningkatan produksi buah lokal dapat membantu pemerintah dalam mengendalikan pasokan dari luar daerah guna menjaga stabilitas harga pangan, khususnya produk organik.

“Kami berterima kasih kepada Maman Suratman yang telah puluhan tahun berkontribusi dalam penyediaan pangan lokal berkualitas. Ke depan, kerja sama lintas OPD akan terus diperkuat,” katanya.

Ia menjelaskan, tugas DTPHP berfokus pada peningkatan produksi tanaman pangan, sementara penanganan pascapanen menjadi kewenangan Dinas Ketahanan Pangan.

Haris juga memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang telah aktif mendampingi petani di lapangan sehingga mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas.

“Selama saya dipercaya memimpin, saya akan lebih banyak turun ke lapangan untuk mengetahui langsung kendala yang dihadapi petani dan mencari solusi bersama,” tegasnya.

Mengakhiri keterangannya, Haris memotivasi Maman Suratman dan kelompok tani untuk terus melanjutkan penanaman labu madu guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Mimika. **