Namun Pastor Gabriel  mempertanyakan  mengapa alam rusak dan kekerasan terjadi antarsesama manusia itu ada?

Menurutnya, itu terjadi karena manusia tidak tau diri, dan tidak menerima diri sebagai gambar dan rupa Allah. Mereka malah ingin menjadi seperti Allah. Itulah godaan yang tidak bisa dikalahkan sejak manusia pertama. Dosa asal, dosa tidak tau diri, tidak menerima diri, mengangkat diri seperti Allah.

Manusia melanggar tatanan kosmik dalam Taman Eden, karena mendaulat diri seperti Allah. Padahal mereka bukan Allah.

“Kalau manusia mengklaim diri sebagai Allah dan itu berarti Yang Maha Kuasa, maka tak heran manusia bertindak melampaui keterbatasan manusiawinya sampai mengklaim menguasai atas hidup orang lain melalui tindakan pemerasan, kekerasan hingga mencabut nyawa sesame,” tegasnya.

Ia menekakan, derita, penindasan, perbudakan di Mesir adalah pengalaman buruk dari kejahatan kemanusiaan yang masih juga terjadi sampai saat ini.

Misalnya, penindasan terhadap masyarakat kecil dengan cara merampas tanahnya dan merampok kekayaan alamnya.

Santo Paulus menggaris bawahi hanya dengan menjaga, merawat dan memelihara kesatuan dengan Kristus  manusia dapat hidup baik dan benar. Mampu mengatasi pelbagai persoalan termasuk mengalahkan maut untuk bangkit bersama Kristus.

Namun sebagai orang Kristen benarkan berdiri teguh di dalam Kristus? Apakah orang-orang Kristen pengikut Kristus bebas dari kejahatan kemanusiaan seperti pemerasan, penindasan, korupsi, KDRT, merusak alam dan mencuri, rakus, tamak dan merampas hak-hak orang lain?

Ia menegaskan perayaan kebangkitan Kristus menjadi sangat tidak bermakna jika manusia sebagai pengikutnya tidak mau bangkit dan tidak ingin berubah. Berubah menjadi manusia baru dengan sikap serta perilaku baru dalam hubungan dengan Allah, sesama dan alam ciptaan-Nya.

Momen perayaan Paskah ini selalu disertai mengucapkan janji baptis, dengan tujuan mengingatkan umat-Nya untuk bangkit lagi. Lahir menjadi manusia baru bersama Kristus yang bangkit.

“Kita menjadi saksi bagi dunia dalam membangun dunia yang lebih manusiawi dan lebih adil, benar sesuai rancangan kehendak Allah, agar kerajaan Allah itu terjadi di tempat ini seperti di surge,” katanya. **