Timika,papuaglobalnews.com – Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Mimika mendapat kuota 143 Calon Jamaah Haji (CJH) tahun 2026.

Demikian disampaikan Iwan Ikhsan, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Mimika kepada papuaglobalnews.com di ruang kerjanya, Senin 5 Januari 2026.

Iwan menjelaskan kuota ini sesuai dibagikan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Papua Tengah.

Ia menjelaskan dari total 143 CJH yang sudah melunasi biaya tahap pertama dengan batas akhir 31 Desember 2025 lalu sebanyak 103 orang, sisanya 17 orang ditambah empat yang gagal membayar di tahap satu akan melunasi pada tahap kedua terhitung tanggal 2 hingga batas akhir secara nasional 9 Januari 2026.

Iwan menyebutkan biaya haji tahun 2026 mengalami penurunan senilai Rp28.200.000 dari tahun 2025 lalu Rp33.380.000.

“Penurunan biaya haji ini setelah Kementerian Haji dan Umroh bersama DPR RI lakukan kajian dan perhitungan ulang secara rasional, maka dapatlah angkat itu. Sebenarnya dua puluh delapan juta seratus sekian tapi kita bulatkan menjadi dua ratus ribu,” ujar Iwan.

Ia mengakui secara kepastian keberangkatan masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari Kementerian Haji dan Umroh tetapi secara estimasi waktu pelaksanaannya pada Mei 2026. Saat ini juga belum bisa menyusun pembagian regu kloter keberangkatan mengingat CJH masih dalam tahap pelunasan tahap dua.

“Jadi kita Timika minggu pertama Mei 2026 sudah berada di Asrama Haji Embarkasi Makassar. Kita juga masih tunggu kira-kira Mimika nanti gabung dengan kabupaten mana saja. Karena dari satu kloter 350-450 CJH sekali penerbangan,” papar Iwan.

Ia menambahkan dari 143 orang ini ada dua orang yang tertunda keberangkatan tahun 2025 lalu, dengan alasan masih status cadangan, karena kuotanya semua penuh. Namun demikian dari penyelenggara haji mengembalikan kelebihan dananya tahun 2025 lalu.

Ia menyebutkan dari total peserta CJH tersebut terdapat dua peserta lansia berusia 90 tahun atas nama Siti Habuba, 80 tahun atas nama Muhajir dan satu orang berusia muda 18 tahun lebih dihitung mulai 1 April 2026 atas nama Riswandy.

Ia menjelaskan semua peserta wajib mengikuti pembinaan atau manasik melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) atau secara mandiri. Pelaksanaan secara mandiri ini bagi mereka yang belum mengikuti manasik dengan tujuan supaya tidak tertinggal dengan peserta KBIHU agar selama berada di tanah suci tidak mengalami kesulitan. Pelatihan atau pembekalan ini dilaksanakan selama 15 kali setiap minggu. Tempat pelatihan biasanya di Masjid At Taqwa, di Jalan Pattimura atau di Masjid Nurul Iman di eks Pasar Swadaya.

Ia menyebutkan saat ini sudah memasuki pertemuan ke 12 dari 15 kali.

Meskipun belum ada kepastian mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mimika, namun Iwan berharap tetap ada mengingat tahun 2025 lalu CJH mendapat bantuan mulai acara seremoni pelepasan, biaya tiket keberangkatan dari Timika menuju Asrama Haji Embarkasi Makassar termasuk biaya hidup sampai H-1 keberangkatan menuju tanah Suci.

Selain itu, Iwan mengakui yang sudah mendapat subsidi langsung dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dalam bentuk pemeriksaan kesehatan gratis perorang sebesar Rp434 ribu.

CJH yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis di BLUD Puskesmas Pasar Sentral, BLUD Puskesmas Wania dan BLUD Puskesmas Timika berdasarkan nama-nama yang diusulkan oleh Kementerian Haji dan Umroh Mimika.

“Tapi calon jamaah Timika yang sudah daftar di daerah lain sudah tidak mendapat pelayanan tersebut. Tapi sebaliknya dia jamaah luar Timika (Nabire, Jayapura, Wamena) tapi domisili Timika menerima subsidi tersebut,” jelas Iwan.

Ia memastikan 143 CJH Mimika ini semua berKTP Kabupaten Mimika.

Sebagai penanggungjawab CJH, Iwan menitipkan pesan kepada seluruh peserta. Pertama, tetap menjaga kesehatan secara baik agar tidak mengalami hambatan pada saat pemeriksaan tahap akhir keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Makassar. Jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya indikasi gangguan kesehatan secara otomatis keberangkatannya ditunda ke tahun 2027.

Kedua, seluruh peserta tetap mengikuti manasik hingga akhir supaya mempunyai bekal untuk dibawa dan dilaksanakan selama 40 hari di tanah Suci. Materi manasik ini diberikan dengan perbandingan 30 persen teori dan 70 persen langsung praktek agar mudah diingat dan diikuti.

Ketiga, peserta mulai sekarang siapkan semua perbekalan dalam menunjang ibadah selama berada di Mekkah.  **