Mimika Dapat Kuota 143 Calon Jamaah Haji Tahun 2026, Besaran Biaya Haji Menurun
Ia menjelaskan semua peserta wajib mengikuti pembinaan atau manasik melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) atau secara mandiri. Pelaksanaan secara mandiri ini bagi mereka yang belum mengikuti manasik dengan tujuan supaya tidak tertinggal dengan peserta KBIHU agar selama berada di tanah suci tidak mengalami kesulitan. Pelatihan atau pembekalan ini dilaksanakan selama 15 kali setiap minggu. Tempat pelatihan biasanya di Masjid At Taqwa, di Jalan Pattimura atau di Masjid Nurul Iman di eks Pasar Swadaya.
Ia menyebutkan saat ini sudah memasuki pertemuan ke 12 dari 15 kali.
Meskipun belum ada kepastian mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mimika, namun Iwan berharap tetap ada mengingat tahun 2025 lalu CJH mendapat bantuan mulai acara seremoni pelepasan, biaya tiket keberangkatan dari Timika menuju Asrama Haji Embarkasi Makassar termasuk biaya hidup sampai H-1 keberangkatan menuju tanah Suci.
Selain itu, Iwan mengakui yang sudah mendapat subsidi langsung dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dalam bentuk pemeriksaan kesehatan gratis perorang sebesar Rp434 ribu.
CJH yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis di BLUD Puskesmas Pasar Sentral, BLUD Puskesmas Wania dan BLUD Puskesmas Timika berdasarkan nama-nama yang diusulkan oleh Kementerian Haji dan Umroh Mimika.
“Tapi calon jamaah Timika yang sudah daftar di daerah lain sudah tidak mendapat pelayanan tersebut. Tapi sebaliknya dia jamaah luar Timika (Nabire, Jayapura, Wamena) tapi domisili Timika menerima subsidi tersebut,” jelas Iwan.
Ia memastikan 143 CJH Mimika ini semua berKTP Kabupaten Mimika.
Sebagai penanggungjawab CJH, Iwan menitipkan pesan kepada seluruh peserta. Pertama, tetap menjaga kesehatan secara baik agar tidak mengalami hambatan pada saat pemeriksaan tahap akhir keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Makassar. Jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya indikasi gangguan kesehatan secara otomatis keberangkatannya ditunda ke tahun 2027.
Kedua, seluruh peserta tetap mengikuti manasik hingga akhir supaya mempunyai bekal untuk dibawa dan dilaksanakan selama 40 hari di tanah Suci. Materi manasik ini diberikan dengan perbandingan 30 persen teori dan 70 persen langsung praktek agar mudah diingat dan diikuti.
Ketiga, peserta mulai sekarang siapkan semua perbekalan dalam menunjang ibadah selama berada di Mekkah. **











