Oleh: John NR Gobai

MELESTARIKAN noken berarti melestarikan nilai budaya dan lingkungan. Noken akan tetap eksis selama pengetahuan membuat noken terus dilestarikan, yaitu melalui pewarisan kepada generasi muda. Pewarisan ini dapat dilakukan melalui transfer pengetahuan dari orang tua kepada anak, maupun melalui pendidikan formal dengan memasukkan materi noken dalam muatan lokal sekolah.

Dengan melakukan budidaya bahan dasar noken, lingkungan alam tetap lestari selama pohon penghasil serat dipelihara, hutan dijaga kerimbunannya, serta dilakukan penanaman kembali pohon-pohon yang ditebang. Selain itu, noken sangat ramah lingkungan. Penggunaan noken dapat mengurangi penggunaan kantong plastik. Untuk merealisasikan hal tersebut, diperlukan kampanye gerakan penggunaan noken guna secara masif mengurangi penggunaan kantong plastik yang saat ini telah mencemari lingkungan dan mengkhawatirkan banyak pihak.

Noken juga dapat dijadikan sebagai bentuk ungkapan selamat datang bagi pejabat pusat yang berkunjung ke Papua. Selama ini, setiap pejabat pusat yang datang ke Papua, saat turun dari tangga pesawat, selalu dikenakan topi berhias burung cenderawasih. Burung cenderawasih merupakan satwa langka yang dilindungi, sehingga penggunaan noken sebagai pengganti serta penghentian perburuan liar burung tersebut merupakan langkah nyata dalam pelestarian.

Makna Filosofis Noken

Menurut pandangan masyarakat Papua, mengutip pendapat Titus Pekey, noken adalah lambang kebanggaan dan kebesaran hati, karena kerajinan ini mencerminkan kemahiran serta pemahaman terhadap kebudayaan adat Papua (Pekey, 2012:6). Selain itu, dalam kepercayaan masyarakat Papua, noken merupakan identitas, simbol eksistensi seseorang, serta penanda kedewasaan bagi seorang perempuan.

Noken juga dianggap sebagai tanda kesiapan perempuan untuk menikah dan merawat keluarga, karena keterampilan membuat dan menganyam noken diajarkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Dalam aspek sosial, noken digunakan dalam berbagai aktivitas, seperti pengangkatan kepala adat, penyambutan tamu, berladang, berburu, dan kegiatan lainnya.

Dengan demikian, noken bukan sekadar tas tradisional, melainkan bagian dari kearifan lokal yang memiliki makna mendalam dan menjadi identitas masyarakat Papua. Oleh karena itu, pelestarian noken sangat penting untuk menjaga warisan budaya ini agar tetap hidup dan dihargai.

Manfaat Noken

Noken memiliki potensi sebagai produk ekonomi kreatif yang, apabila dikelola dengan baik, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Papua. Membeli noken berarti turut membantu kesejahteraan mama-mama Papua sebagai pembuat noken. Pemasaran noken dapat dilakukan melalui berbagai event, seperti festival budaya maupun kegiatan lain yang dihadiri banyak orang.

Selain itu, pemasaran noken juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Perlunya Regulasi Daerah

Perlindungan terhadap alam merupakan satu kesatuan dengan kehidupan masyarakat hukum adat. Noken sebagai hasil keahlian tradisional akan kehilangan makna apabila perlindungan terhadap masyarakat hukum adat tidak dilakukan.

Perlindungan tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata dalam mencegah hilangnya ekosistem bahan baku noken. Dengan demikian, regulasi diharapkan memberikan kepastian hukum dalam melindungi pengetahuan tradisional yang dimiliki oleh masyarakat hukum adat Papua.

Indonesia telah meratifikasi Konvensi UNESCO 2003 melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2007 tentang Pengesahan Konvensi Perlindungan Warisan Budaya Takbenda. Dengan adanya peraturan tersebut, Indonesia dapat mengusulkan berbagai kekayaan budaya, termasuk noken, sebagai warisan budaya dunia.

Tujuan penulisan ini adalah mendorong pembentukan regulasi noken guna melindungi hutan dan alam sebagai sumber bahan baku sekaligus sumber kehidupan, serta menjaga tradisi pengetahuan yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat hukum adat. Selain itu, regulasi ini juga bertujuan mengembangkan noken sebagai bagian dari ekonomi kreatif dengan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan kelestarian budaya tradisional.

Berdasarkan hal tersebut, kami mengusulkan Raperdasi Papua Tengah tentang Perlindungan dan Pengembangan Noken. **