Ia menambahkan, penampilan para siswa telah dijadwalkan dengan hari dan jam yang berbeda, khususnya pada siang hari.

Terkait teknis pelaksanaan, Rosalina menjelaskan bahwa pelaku usaha kuliner yang menempati stand di dalam ruko lantai satu tidak dipungut biaya. Sementara sponsor dan donatur yang menempati tenda di halaman untuk mempromosikan produk dikenakan biaya sesuai kesepakatan bersama panitia.

Ia menegaskan, Festival Pasar Rakyat ini merupakan wujud pesta budaya warga Tionghoa di Mimika. Melalui kegiatan ini, warga Tionghoa ingin berkontribusi dalam memperkuat silaturahmi, toleransi, dan keharmonisan di tengah masyarakat Mimika.

Selain itu, momentum ini juga menjadi sarana untuk merangkul masyarakat luas sekaligus mendukung pelaku UMKM, yang secara tidak langsung sejalan dengan program pemerintah daerah.

Rosalina berharap, setelah pelaksanaan perdana ini, panitia akan melakukan evaluasi guna menentukan apakah Festival Pasar Rakyat dapat dijadikan agenda rutin tahunan.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun, seperti di daerah-daerah lain di Indonesia,” pungkasnya.**