Menurut Pdt. Johanis, melalui kegiatan ini jemaat diajak untuk semakin merasakan kasih Tuhan yang begitu besar bagi umat manusia.

“Kasih Tuhan itu nyata dan tanpa syarat. Melalui kegiatan ini, kami belajar membalas kebaikan Tuhan dengan mempererat kebersamaan, membangun kerja sama, serta menjalin hubungan yang penuh kasih antar sesama,” ujarnya.

Ia juga menekankan lomba CCA menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman jemaat terhadap firman Tuhan, sekaligus menambah wawasan Alkitab bagi semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Ini menjadi wadah untuk memperdalam iman, memahami firman Allah, dan menghidupi nilai-nilai kasih yang diajarkan oleh Yesus Kristus,” tambahnya.

Pdt. Johanis mengungkapkan kegiatan ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Namun, pada tahun ini terdapat inovasi baru dengan ditambahkannya lomba memasak nasi goreng, sementara pada dua tahun sebelumnya hanya diisi dengan lomba CCA, pemutaran film Yesus, serta penyampaian materi-materi Alkitab.

Uniknya, dalam lomba masak nasi goreng ini peserta mengenakan daster dan topi kerucut. **