LEMASKO Imbau Warga Kamoro Jangan Mengantar Warga Tidak Dikenal Masuk Kapiraya dan Sekitarnya
Ia menyebut sudah jelas risiko yang akan terjadi jika ada yang nekat mengantar, yakni perahu ditahan dan para pengantar mendapat perlakuan kasar.
“Jangan lagi antar penumpang gelap yang pergi untuk mengklaim tanah di Kapiraya, Uta, Pronggo, dan kampung lainnya,” tegas Marianus.
Dikatakan, masyarakat lima kampung di Kapiraya telah mewanti-wanti dan meminta LEMASKO meneruskan imbauan tersebut kepada warga Kamoro agar tidak mengantar pendatang, pendulang, atau pihak lain masuk ke wilayah adat mereka, kecuali petugas kesehatan, guru dan aparat keamanan.
“Mereka sudah ancam, orang yang diantar bisa lolos, tapi pengantarnya pasti dipukul. Bahkan perahu bisa ditahan dan dibakar,” ungkap Marianus menirukan peringatan warga.
Dalam insiden itu, ketiga korban akhirnya bisa kembali ke Pomako dengan menggunakan transportasi milik salah seorang warga.
Mengakhiri imbauan, Marianus meminta keluarga besar Kamoro di sekitar Distrik Mimika Timur untuk menolak permintaan pengantaran dari pihak atau kelompok manapun jika penumpang bukan orang Kamoro.
Ia juga mengharapkan pihak-pihak yang berencana menuju wilayah Kapiraya untuk menahan diri sementara waktu sambil menunggu persoalan diselesaikan secara baik. **














