Kolase Foto Masyarakat Kamoro Kampung Mioko Adakan Upacara Penancapan Patung Mbitoro untuk Pesta Karapau
MASYARAKAT Kamoro yang mendiami Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menggelar upacara adat penancapan patung Mbitoro sebagai bagian dari rangkaian pesta adat Karapau, Sabtu 24 Januari 2026.
Prosesi penancapan Mbitoro setinggi enam meter yang terbuat dari kayu nangka itu berlangsung tepat pukul 14.47 WIT di halaman tengah kampung, persis di depan kerangka bangunan Rumah Adat Karapau. Patung berdiri menghadap ke arah matahari terbit sebagai simbol kehidupan baru. Prosesi upacara Karapau disesuaikan dengan usia anak.
Nuansa magis terasa kental ketika detik-detik patung berdiri disambut kedatangan tiga ekor burung gagak yang terbang dari arah belakang area upacara. Ketiga burung itu kemudian bertengger cukup jauh sebelum akhirnya kembali terbang ke alam bebas, seolah menyampaikan pesan alam bahwa prosesi penancapan telah selesai.
Berikut rangkaian foto momen seremonial penancapan Patung Mbitoro yang diabadikan papuaglobalnews.com:

Para pengukir memberikan warna Patung Mbitoro di bagian tengah dan kepala dari bahan alam.
Para pengukir memberikan warna Patung Mbitoro di bagian bawah dengan bahan alam.

Bapak-bapak menabuh tifa menghidupkan suasana ritual pewarnaan Mbitoro.

Marianus Maknaepeku, Wakil Ketua I LEMASKO menyampaikan informasi bahwa Bupati Mimika Johannes Rettob belum bisa hadir dalam acara adat penancapan patung mbitoro.

Suasana masyarakat Kamoro Kampung Mioko mengantar Patung Mbitoro di kali untuk dibasahi air sebagai bentuk menyatukan dengan alam.

Masyarakat Mioko mengangkat tinggi Patung Mbitoro sambil menggoyang-goyang di halaman sebelum penancapan dengan penuh suka cita.

Warna putih tepung sagu yang berterbangan dilemparkan di tengah kerumunan warga Mioko dalam suasana sakral menyaksikan upacara mengangkat keliling Patung Mbitoro.

Marianus Maknaepeku, Wakil Ketua I LEMASKO disambut dengan peluk cium penuh kekeluargaan oleh sanak saudarannya.

Perwakilan tokoh masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah ambil bagian dalam mensukseskan penancapan Patung Mbitoro dari atas patung.

Marianus Maknaepeku, Wakil Ketua I LEMASKO duduk berdampingan bersama warga Mioko sambil mengikuti prosesi adat selanjutnya.

Masyarakat berkumpul sambil menari, membunyikan tifa disaat tetua adat memanggil roh moyang dan orang yang sudah meninggal untuk masuk tinggal dalam Patung Mbitoro.

Anak-anak Mioko saat berada di tangga kayu setelah lelah mandi-mandi di kali.











