TPNPB juga menyampaikan kepada masyarakat Papua bahwa mereka meyakini perjuangan yang dilakukan mendapat dukungan dari para leluhur, alam, dan keyakinan yang mereka anut.

Selain itu, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau seluruh pasukan TPNPB yang berada di 36 Komando Daerah Pertahanan (Kodap) di Tanah Papua serta masyarakat Papua untuk menjaga hak-hak masyarakat adat dan sumber daya alam Papua dari berbagai ancaman yang menurut mereka dapat merugikan masyarakat setempat.

TPNPB menyatakan imbauan tersebut disampaikan agar masyarakat Papua tidak mengalami kemiskinan, penderitaan, dan kelaparan di atas tanah leluhur mereka sendiri.

Dalam pernyataan yang sama, TPNPB juga menyampaikan pandangan politiknya terhadap orang Papua yang saat ini menduduki berbagai jabatan pemerintahan maupun institusi negara, termasuk kepala daerah, anggota DPR, anggota MRP, ASN, TNI, dan Polri.

TPNPB menilai mereka yang bekerja dalam struktur pemerintahan Indonesia perlu melakukan refleksi terhadap posisi dan peran mereka di tengah situasi politik Papua saat ini.

Selain itu, TPNPB juga kembali menyinggung mendiang Lukas Enembe dan menyampaikan pandangannya terkait proses hukum yang pernah dijalani mantan Gubernur Papua tersebut.

TPNPB turut mengutip pernyataan yang pernah disampaikan mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu, sebagai bagian dari argumentasi politik mereka mengenai hubungan Papua dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Atas dasar itu, TPNPB kembali menyerukan kepada orang Papua yang menjabat sebagai gubernur, bupati, anggota DPR, anggota MRP, ASN, TNI, maupun Polri untuk bersatu memperjuangkan aspirasi politik yang mereka.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum diperoleh keterangan atau tanggapan resmi dari pihak TNI maupun instansi pemerintah terkait atas klaim yang disampaikan TPNPB tersebut. **