Pertama, sebagai wadah untuk memperoleh masukan dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan dari berbagai pihak, baik dari lima keuskupan di Tanah Papua maupun dari luar Papua, termasuk pihak non-Katolik.

Kedua, kegiatan ini menjadi momentum evaluasi dan pembaruan seluruh komponen YPPK di wilayah Keuskupan Timika, mulai dari tingkat TK/PAUD, SD, SMP hingga SMA, guna meningkatkan kualitas pendidikan sesuai visi dan misi YPPK.

Ketiga, melalui lokakarya ini diharapkan lahir rekomendasi dari tim ahli sebagai dasar untuk merekonstruksi kebijakan bersama, baik dengan pemerintah maupun pihak swasta, termasuk PT Freeport Indonesia, dalam mendukung pengembangan pendidikan di masa mendatang.

Uskup Bernardus juga berharap seluruh umat Katolik, termasuk para pastor, frater, dan masyarakat umum dapat mengikuti kegiatan ini, baik secara langsung maupun melalui siaran daring dari pembukaan hingga penutupan, serta memberikan saran dan masukan demi kemajuan pendidikan Katolik.

Dalam beberapa kesempatan khotbah, Uskup Bernardus secara terbuka mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan YPPK saat ini mengalami penurunan signifikan, baik di wilayah perkotaan, pesisir, maupun pegunungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan menyeluruh guna mencapai hasil yang lebih baik ke depan, demi masa depan gereja, bangsa dan negara ini, terkhusus untuk Papua. **