“Sudah kasih tempat untuk tinggal, dikasih rumah lagi, malah bunuh lagi kami orang Kamoro. Ini namanya sudah kasih hati minta jantung lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain memberikan tempat tinggal, masyarakat Kamoro juga telah memberikan kesempatan kerja kepada warga Asmat sebagai TKBM di Pelabuhan Pomako.

Sebagai tokoh Kamoro, Marianus menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum pelaku terhadap masyarakat Kamoro dinilai sudah terlalu berlebihan, orang dari kabupaten lain menghancurkan masyarakat Kamoro.

“Masyarakat bakar ban dan palang jalan, saya lihat sangat terharu. Kami apresiasi kepada polisi yang cepat menangkap pelaku. Kalau tidak, bisa saja terjadi aksi balasan karena masyarakat sudah tidak sabar lagi,” katanya.

Lebih lanjut, Marianus mengatakan perbuatan satu orang pelaku telah menimbulkan keresahan bagi warga Asmat lainnya yang tinggal di wilayah Pomako. Menurutnya, sejumlah mama-mama Asmat juga merasa gelisah dan khawatir situasi berkembang menjadi lebih buruk. Bahkan ada yang sudah meninggalkan rumah sementara untuk menghindari jangan sampai terjadi sesuatu.

Marianus juga mengungkapkan, jenazah Elisius Waweyauta hingga kini masih disemayamkan di rumah duka dan belum dimakamkan.

Marianus juga turut menerima kedatangan jenazah saat tiba di rumah duka.

“Kasus ini keluarga serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk diproses. Lembaga adat juga akan terus mengawal sampai selesai,” tutupnya. **