20250322 184335Lian mengusulkan perbaikan jalan di Gang Torabika dan Cenderawasih.

Fredi, warga RT 26 menyoroti lorong sekitar SMK Taruna sudah diusulkan beberapa kali pada reses dewan terdahulu belum juga diakomodir.

Ia menduga kemungkinan dewan yang datang reses di wilayah tersebut tinggalnya diluar Wania.

“Lorong SMA Taruna kami belum pernah dicor. Sementara tempat lain sudah dikerjakan semua,” sesalnya.

Fredi juga mengusulkan pembangunan instalasi air bersih untuk warga, karena di tempat lain sudah masuk.

20250322 192934Herman Tangke Pare menyerahkan bantuan sembako kepada warga secara simbolis.

Mery, warga RT 25 mengusulkan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Miras karena banyak pemabuk mengganggu keamanan, penerangan jalan dan proposal untuk renofasi sekolah.

Lian, warga RT 24 mengusulkan jalan depan Masjid Jamil Almiki sepanjang 50 meter supaya dibangun karena selama ini belum pernah disentuh oleh DPRD maupun oleh siapapun.

“Musim hujan sangat sulit dilalui dan malam hari gelap. Kami minta penerangan jalan,” sarannya.

20250322 193031Warga menerima bantuan sembako dari Herman Tangke Pare usai reses.

Yohanis Lambe, warga Gang Cenderawasih Nawaripi meminta pemasangan lampu jalan agar pada malam hari ada penerangan. Sebab, menyangkut keamanan karena rawan terjadi pencurian.

Herlina Nauw, warga RT 26 mempertanyakan mengapa Perda Jual Pinang yang mengatur khusus Orang Asli Papua yang berjualam belum berlaku. Sementara di tempat lain di Papua sudah ada.

20250322 174958MC memandu jalannya acara reses.

Ia beralasan pinang merupakan salah satu sumber penghasilan OAP.

Aleks Ridwan mengusulkan pembangunan jalan sekitar SMK Taruna tembus SMP N 7 sekaligus dengan drainase tersambung di Jalan Budi Utomo Ujung agar pada musim hujan tiba tidak terjadi genangan.

Frans Kocu mengusulkan membentuk koperasi bagi UMKM untuk mendukung ekonomi rumah tangga ibu-ibu, pembangunan Pospeka dan pemasangan lampu penerangan jalan.

20250322 193231Herman Tangke Pare foto bersama warga usai reses perdana.

Sari menyampaikan persoalan sampah yang menumpuk di kali dan pemasangan lampu jalan.

Merespon atas usulan itu, Herman menyampaikan beberapa jalan yang diusulkan pada waktu dirinya melaksanakan sosialisasi untuk maju sebagai dewan sudah turun lihat langsung. Bahkan ada beberapa titik jalan dirinya menggunakan dana sendiri menurunkan timbunan walaupun belum semua.

Ia mengakui untuk tahun ini dewan masih susah menjawabi usulan mengingat belum ada Pokir.

Namun, Herman akan perjuangkan dalam pembahasan anggaran bersama eksekutif pada tahun 2026 mendatang.

“Mudah-mudahan tahun 2026 bisa diperjuangkan untuk diakomodir,” harapnya.

Ia berharap delapan anggota DPRK bisa kompak memperjuangkan aspirasi sesuai usulan.

Sementara mengenai Perda Miras, Herman menyampaikan sudah ada. Dimana Tim Badan Musyawarah Peraturan Daerah (Bamperda) Miras sudah membahas.

Namun belum diterapkan secara baik, ia menduga karena sinergi dengan DPRK dan pemerintah belum maksimal.

“Tinggal pelaksanaan dan sosialisasi kepada masyarakat. Tapi hal ini susah-susah gampang karena ada yang tolak ada yang mendukung. Sekarang tinggal keseriusan pemerintah dan aparat keamanan dalam penegakan. Tugas kami DPRK mengawasi,” jelasnya.

sementara mengenai Perda Pinang, Herman menyampaikan belum mengetahui apakah sudah ada atau belum.

“Saya belum bisa jawab. Tapi saya harus cek dulu apakah sudah ada atau belum. Tapi saya salah satu anggota Bamperda,” katanya.

Sementara mengenai usulan proposal renofasi sekolah, Herman menyarankan bisa masukan ke Dinas Pendidikan namun perlu melengkapi syarat-syarat sesuai yang dibutuhkan. Harus memiliki lahan seluas paling kurang satu hekar dan lahan tanpa ada masalah serta sudah mempunyai bangunan awal.

Kemudian mengenai usulan pembukaan koperasi untuk memudahkan mama-mama meminjam dalam mendukung usaha mikro kecil menengah (UMKM) mama-mama, Hwrman akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi.

Usai menerima aspirasi, Herman menyerahkan sembako secara simbolis kepada dua orang warga. **