Herman Tangke Pare Reses Perdana di Dapil IV, Berikut Sejumlah Usulan Warga Kelurahan Kamoro Jaya
Timika,papuaglobalnews.com – Herman Tangke Pare, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika Papua Tengah menggelar Reses Perdana, Sabtu 22 Maret 2025.
Herman melaksanakan reses perdana menyerap aspirasi masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) IV berlangsung di kediamannya depan SMP Negeri 7 Timika mulai pukul 17.00 WIT.
Hadir dalam reses ini Mathius Sedan, Kepala Distrik Wania, Lurah Kamoro Jaya, Musdahlifa.
Para ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, perempuan, pemuda dari 57 RT wilayah Kelurahan Kamoro Jaya.
Herman Tangke Pare dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Dapil IV yang sudah memberikan suara kepada dirinya pada Pileg 14 Februari 2024 lalu.
“Saya berdiri di depan bapa dan ibu semua sore hari ini bukan karena kehebatan saya. Tapi ini bukti kehebatan bapa, ibu semua yang mendukung saya sesuai apa yang disampaikan pada saat sosialisasi di tempat ini,” jelas Herman.
Mathius Sedan, Kadistrik Wania menyampaikan sambutan.
Ia mengakui dirinya bisa terpilih duduk di kursi DPRK Mimika selama periode 2024-2029 mendatang karena perjuangan bapa ibu semua.
“Atas berkat perjuangan bapa dan ibu saya bisa berdiri di sini karena kalian semua. Tanpa bapa ibu tidak bisa berbuat banyak. Meskipun saya tinggal di Papua sudah 23 tahun,” tuturnya.
Herman Tangke Pare, ST menyampaikan sambutan.
Herman mengungkapkan reses perdana yang dilakukan ini ingin mendengar masukan dan kritikan dari para pendukung supaya pembangunan di wilayah Wania kedepan lebih maju.
Hal ini karena di Dapil IV Wania mempunyai 8 orang Anggota DPRK terdiri dari 7 orang hasil Pileg ditambah satu orang jalur pengangkatan.
“Kalau kami keroyok semua usulan pembangunan jalan di Wania pasti bisa. Tapi kembali lagi kepada hati setiap anggota DPRK, karena ada Pokok Pikiran (Pokir),” katanya.
Herman Tangke Pare, Anggota DPRK Mimika menyapa warga yang hadir.
Pokir, katanya ini suatu yang sangat bagus untuk masyarakat karena diusulkan langsung oleh rakyat. Namun tahun ini DPRK tidak ada Pokir karena APBDnya sudah dibahas dan ditetapkan DPRD lama.
“Kami tunggu tahun depan,” katanya.
Ia menjelaskan tujuan reses DPRK sebagai wakil rakyat untuk bertemu langsung pemilih. Dalam reses ini semuanya difasilitasi oleh negara dan negara kembalikan kepada masyarakat. Sebab, negara hadir untuk kepentingan masyarakat bukan milik anggota DPRK.
“Kalau kami salah gunakan anggaran bisa ditangkap,” katanya.
Warga yang hadir dalam reses perdana.
Herman menyampaikan siap menampung semua usulan, saran dan kritik dari masyarakat.
Mathius Sedan, Kepala Distrik Wania dalam sambutan mengungkapkan reses DPRK ini dimana anggota DPRK yang telah dipilih oleh masyarakat datang bertemu untuk mendengar segala usulan dan persoalan yang dialami di lingkungan masyarakat. Semua usulan tersebut akan ditampung sebagai bahan bagi Herman Tangke Pare untuk berjuang di dewan bersama tim anggaran pemerintah.
Mateus Ruparupa menyampaikan usulan.
Ia berharap masyarakat menyampaikan apa saja sesuai kebutuhan di lingkungan masyarakat baik bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pembangunan jalan, sampah dan air bersih.
Kepada Herman Tangke Pare, Mathius berharap meskipun tidak semua usulan yang disampaikan warga terjawab namun setidaknya yang bersifat penting harus diperjuangkan.
Musdahlifa, Lurah Kamoro Jaya menyampaikan wilayah kerja Kelurahan Kamoro Jaya tersebar di 57 RT. Dari SP1 sampai Pohon Jomblo Hasanuddin hingga SMP N 7. Luasnya wilayah ini belum semua jalan lorong dan drainase serta lampu jalan dibangun. Pada musim hujan jalan becek tergenang air dan malam hari gelap.
Mery, menyampaikan usulan Perda Miras, pembangunan jalan dan proposal renovasi sekolah.
Dalam reses ini Herman Tangke Pare menyerap 17 usulan dari sembilan warga.
Adapun warga yang menyampaikan aspirasi yakni Mateus Ruparupa warga RT 28 Gang Torabika dan Cenderawasih Jalan Yos Sudarso.
Ia mengusulkan pembangunan jalan dan pemasangan lampu penerangan jalan agar malam hari tidak gelap.
Ia menyayangkan meskipun setiap tahun tahun diusulkan dalam reses kondisi jalan tidak ada perubahan.
Lian mengusulkan perbaikan jalan di Gang Torabika dan Cenderawasih.
Fredi, warga RT 26 menyoroti lorong sekitar SMK Taruna sudah diusulkan beberapa kali pada reses dewan terdahulu belum juga diakomodir.
Ia menduga kemungkinan dewan yang datang reses di wilayah tersebut tinggalnya diluar Wania.
“Lorong SMA Taruna kami belum pernah dicor. Sementara tempat lain sudah dikerjakan semua,” sesalnya.
Fredi juga mengusulkan pembangunan instalasi air bersih untuk warga, karena di tempat lain sudah masuk.
Herman Tangke Pare menyerahkan bantuan sembako kepada warga secara simbolis.
Mery, warga RT 25 mengusulkan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Miras karena banyak pemabuk mengganggu keamanan, penerangan jalan dan proposal untuk renofasi sekolah.
Lian, warga RT 24 mengusulkan jalan depan Masjid Jamil Almiki sepanjang 50 meter supaya dibangun karena selama ini belum pernah disentuh oleh DPRD maupun oleh siapapun.
“Musim hujan sangat sulit dilalui dan malam hari gelap. Kami minta penerangan jalan,” sarannya.
Warga menerima bantuan sembako dari Herman Tangke Pare usai reses.
Yohanis Lambe, warga Gang Cenderawasih Nawaripi meminta pemasangan lampu jalan agar pada malam hari ada penerangan. Sebab, menyangkut keamanan karena rawan terjadi pencurian.
Herlina Nauw, warga RT 26 mempertanyakan mengapa Perda Jual Pinang yang mengatur khusus Orang Asli Papua yang berjualam belum berlaku. Sementara di tempat lain di Papua sudah ada.
MC memandu jalannya acara reses.
Ia beralasan pinang merupakan salah satu sumber penghasilan OAP.
Aleks Ridwan mengusulkan pembangunan jalan sekitar SMK Taruna tembus SMP N 7 sekaligus dengan drainase tersambung di Jalan Budi Utomo Ujung agar pada musim hujan tiba tidak terjadi genangan.
Frans Kocu mengusulkan membentuk koperasi bagi UMKM untuk mendukung ekonomi rumah tangga ibu-ibu, pembangunan Pospeka dan pemasangan lampu penerangan jalan.
Herman Tangke Pare foto bersama warga usai reses perdana.
Sari menyampaikan persoalan sampah yang menumpuk di kali dan pemasangan lampu jalan.
Merespon atas usulan itu, Herman menyampaikan beberapa jalan yang diusulkan pada waktu dirinya melaksanakan sosialisasi untuk maju sebagai dewan sudah turun lihat langsung. Bahkan ada beberapa titik jalan dirinya menggunakan dana sendiri menurunkan timbunan walaupun belum semua.
Ia mengakui untuk tahun ini dewan masih susah menjawabi usulan mengingat belum ada Pokir.
Namun, Herman akan perjuangkan dalam pembahasan anggaran bersama eksekutif pada tahun 2026 mendatang.
“Mudah-mudahan tahun 2026 bisa diperjuangkan untuk diakomodir,” harapnya.
Ia berharap delapan anggota DPRK bisa kompak memperjuangkan aspirasi sesuai usulan.
Sementara mengenai Perda Miras, Herman menyampaikan sudah ada. Dimana Tim Badan Musyawarah Peraturan Daerah (Bamperda) Miras sudah membahas.
Namun belum diterapkan secara baik, ia menduga karena sinergi dengan DPRK dan pemerintah belum maksimal.
“Tinggal pelaksanaan dan sosialisasi kepada masyarakat. Tapi hal ini susah-susah gampang karena ada yang tolak ada yang mendukung. Sekarang tinggal keseriusan pemerintah dan aparat keamanan dalam penegakan. Tugas kami DPRK mengawasi,” jelasnya.
sementara mengenai Perda Pinang, Herman menyampaikan belum mengetahui apakah sudah ada atau belum.
“Saya belum bisa jawab. Tapi saya harus cek dulu apakah sudah ada atau belum. Tapi saya salah satu anggota Bamperda,” katanya.
Sementara mengenai usulan proposal renofasi sekolah, Herman menyarankan bisa masukan ke Dinas Pendidikan namun perlu melengkapi syarat-syarat sesuai yang dibutuhkan. Harus memiliki lahan seluas paling kurang satu hekar dan lahan tanpa ada masalah serta sudah mempunyai bangunan awal.
Kemudian mengenai usulan pembukaan koperasi untuk memudahkan mama-mama meminjam dalam mendukung usaha mikro kecil menengah (UMKM) mama-mama, Hwrman akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi.
Usai menerima aspirasi, Herman menyerahkan sembako secara simbolis kepada dua orang warga. **



















