Ia mengatakan gereja membutuhkan sistem dan manajemen pelayanan yang tertata dengan baik agar berkat Tuhan dapat disalurkan secara efektif kepada jemaat dan masyarakat.

Gereja Harus Relevan

Pesan ketiga adalah gereja harus relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, gereja tidak boleh hanya fokus mengurus kepentingan internal, tetapi harus hadir menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Gereja harus relevan dengan kebutuhan riil masyarakat Papua, khususnya masyarakat Mimika. Gereja harus berani menjadi bagian dari solusi,” katanya.

Ia menjelaskan gereja perlu terlibat dalam pembangunan kerohanian melalui pembinaan mental dan karakter umat, sekaligus aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan ekonomi jemaat, pendidikan, kesehatan, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitar.

Menutup sambutannya, Ketua Umum Sinode GPDP mengajak seluruh peserta sidang untuk meninggalkan kepentingan pribadi maupun kelompok serta mengutamakan kepentingan pelayanan gereja.

“Mari kita duduk bersama dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih dan dipimpin Roh Kudus untuk mengevaluasi pelayanan yang lalu serta merumuskan program-program kerja yang berdampak nyata bagi masa depan gereja dan masyarakat Papua, khususnya di Mimika,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sidang Klasis GPDP Klasis Mimika Ke-VI Tahun 2026, Pdt. Reno Asmuruf, dalam laporannya menjelaskan panitia telah mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan mulai dari administrasi, surat-menyurat, undangan, jadwal dan tata tertib sidang, konsumsi, perlengkapan, dekorasi, dokumentasi, keamanan, kesehatan, akomodasi hingga transportasi.

Ia mengakui proses persiapan tidaklah mudah karena terdapat berbagai keterbatasan dan tantangan, namun seluruh tahapan dapat terlaksana berkat pertolongan Tuhan dan dukungan berbagai pihak.

Atas nama panitia, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, Ketua Umum Sinode GPDP beserta jajaran, Ketua BPD GPDP Papua Tengah, Ketua Klasis GPDP Mimika, Ketua BP2K Klasis Mimika, para gembala jemaat, donatur, keluarga, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan doa, dana, tenaga dan pikiran.

Pdt. Reno menegaskan Sidang Klasis bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum rohani untuk memperbarui komitmen pelayanan kepada Tuhan.

“Perbedaan pendapat dalam sidang adalah hal yang wajar, tetapi harus disampaikan dengan kasih, hormat dan tanggung jawab demi kebaikan pelayanan Tuhan,” katanya.

Ia mengajak seluruh peserta menjaga suasana persidangan agar tetap tertib, damai dan penuh persaudaraan, serta menghindari perdebatan yang tidak membangun.

Menurutnya, tema dan subtema sidang mengandung pesan penting bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk bertumbuh secara rohani, tetapi juga hadir secara nyata dalam kehidupan umat dan masyarakat.

“Gereja harus kuat dalam iman, tertib dalam organisasi, profesional dalam pelayanan, dan relevan dalam menjawab kebutuhan zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, GPDP Klasis Mimika memiliki tanggung jawab besar dalam membina umat, memperkuat keluarga, membangun generasi muda, menjaga persatuan, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan kerohanian, sosial, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Mimika dan Tanah Papua.

Mengakhiri laporannya, Pdt. Reno menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama proses persiapan maupun pelaksanaan kegiatan.

“Kiranya semua yang kita lakukan hari ini menjadi persembahan pelayanan yang berkenan di hadapan Tuhan dan membawa kemajuan bagi GPDP Klasis Mimika di masa mendatang,” tutupnya. **