Firsa Lokobal Tegaskan Jenazah Bayi yang Dibuang di Pangkalan Sampah DLH SP2 Bukan dari Perumahan BTSS Hope
Timika,papuaglobalnews.com – Firsa Lokobal, Sekretaris RT Perumahan BTSS Hope, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, menegaskan bahwa jenazah bayi nahas yang ditemukan dibuang di pangkalan sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) SP2 pada Kamis 11 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIT bukan berasal dari lingkungan Perumahan BTSS Hope.
Melalui sambungan telepon kepada redaksi papuaglobalnews.com pada Jumat sore 12 Juma 2026, Firsa menjelaskan bahwa setelah membaca informasi yang beredar di media mengenai dugaan bayi tersebut berasal dari Perumahan BTSS Hope, dirinya langsung melakukan penelusuran dengan mencari tahu informasi tersebut kepada seluruh warga perumahan, termasuk menanyakan kepada sopir mobil pickup yang mengangkut sampah dari kawasan tersebut.
“Dari hasil pengecekan terhadap warga dan informasi dari sopir, saya tidak temukan adanya informasi yang mengarah pada dugaan tersebut. Ini saya perlu klarifikasi,” ujar Firsa.
Ia mengakui, berdasarkan hasil pengecekan dan keterangan sopir mobil pickup, dirinya bersama tiga anggota Intelkam Polres Mimika kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan informasi yang beredar.
Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Firsa meminta penjelasan terkait kebenaran informasi yang menyebut bayi nahas tersebut berasal dari mobil pengangkut sampah Perumahan BTSS Hope. Namun berdasarkan keterangan petugas kebersihan di lokasi, setelah mobil pickup yang mengangkut sampah dari Perumahan BTSS Hope menurunkan muatannya, beberapa menit kemudian dua unit mobil sampah lainnya juga masuk dan membuang sampah di tempat yang sama.
“Jadi kalau memang petugas pangkalan menyampaikan diduga berasal dari mobil pickup perumahan, saya sudah cek tapi tidak ada. Saya minta silakan DLH tunjukkan bukti berupa rekaman CCTV. Karena saya sampai jam 12 malam, jam 1 hingga jam 2 pagi masih terus mencari informasi bersama tiga orang intel,” jelasnya.
Firsa mengaku telah mengetahui jenis kelamin jenazah bayi nahas tersebut, yakni perempuan.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Ibnu Rudihartono, saat dihubungi papuaglobalnews.com pada Jumat pagi 12 Juni 2026 untuk mengonfirmasi perkembangan penanganan kasus tersebut, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari warga, Tim Inafis Satreskrim Polres Mimika langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Menurut AKP Ibnu, jenazah bayi perempuan tersebut saat ini diamankan sementara di freezer kamar jenazah RSUD Mimika.
AKP Ibnu menambahkan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku maupun identitas orangtua bayi tersebut. Salah satu langkah yang kemungkinan akan ditempuh adalah berkoordinasi dengan RSUD Mimika untuk melakukan tes DNA.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Kemungkinan besar kami akan meminta bantuan pihak RSUD Mimika untuk melakukan tes DNA guna mengungkap identitas orangtua bayi tersebut,” jelas AKP Ibnu.
Ibnu juga menyampaikan apabila sudah menemukan orangtua kandung jenazah bayi tersebut akan dipublis ke media. **

















