Pada momen itu, Kemong mengapresiasi kepada seluruh panitia yang bekerja keras menyukseskan acara dan para seniman serta pelaku kuliner, sanggar seni, tokoh adat, agama maupun masyarakat yang telah mengambil bagian dalam penyelenggaraan event tersebut.

Ia juga menekankan kepada pelaku seni, kuliner bahwa karya yang sudah dihasilkan ini menjadi kekayaan dan cerminan budaya sekaligus dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dalam menggerakan ekonomi kreatif demi masa depan keluarga.

Mantan Sekretaris Eksekutif LPMAK ini menegaskan meskipun acara festival ini sudah ditutup namun bukan berarti kreatifivitas para pelaku seni dan kuliner juga berakhir. Melainkan menjadi momentum baru kebangkitan budaya dalam meningkatkan kreativitas untuk terus dilestarikan dan merawat setiap cerita, pakaian adat, ukiran, anyaman dan musik tradisional sebagai warisan  leluhur menjadi tetap hidup hingga anak cucu.

Dengan demikian membuktikan masyarakat Mimika mencintai produk lokal dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kemong berharap pencapaian-pencapaian seperti ini patut ditingkatkan secara bersama. Bahwa budaya bukan menjadi warisan budaya masa lalu tetapi wujud pembuktian identitas dan jati diri. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.