Festival Seni Budaya Ditutup! Dokumentasikan 21 Cerita Rakyat dan 18 Lagu Musik Akuistik Tradisional AMOR
Timika,papuaglobalnews.com – Pelaksanaan Festival Seni Budaya Amungme dan Kamoro (AMOR) resmi ditutup oleh Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Kamis 8 Oktober 2026. Penutupan dimulai pukul 12.00 WIT bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 30 Kabupaten Mimika ini setelah berlangsung selama empat hari mulai, Senin-Kamis, 5-8 Oktober 2026 di Lapangan Eks Pasar Lama, Jalan Yos Sudarso.
Festival ini diprakarsai oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Mimika Papua Tengah bertepatan untuk meriahkan HUT ke 30 Mimika dan Hari Kebudayaan Nasional yang jatuh pada tanggal 17 Oktober 2026 nanti.
Kemong menyebutkan dalam kegiatan ini panitia berhasil mendokumentasikan 21 cerita rakyat Amungme dan Kamoro, 18 lagu musik akuistik tradisional, 19 busana adat fashion show Amungme dan Kamoro, 14 tarian tradisional dalam bentuk video. Selain itu melibatkan 12 sanggar seni dan kuliner dengan 3000 pengunjung.
Selama empat hari kegiatan masyarakat Mimika yang datang telah menyaksikan menampilkan atau pertunjukan lomba cerita rakyat Amungme dan Kamoro, fashion show, seni musik akuistik tradisional. Tarian, cerita rakyat dan musik akuistik tradisional dipentaskan pelajar SMP, SMA dan SMK. Selain itu para pengunjunga telah belanja beragam kuliner khas lokal Kamoro dan kerajinan tangan ukiran dan anyaman lainnya.
Kemong menegaskan semua karya seni dan kuliner yang ditampilkan membuktikan budaya yang hidup dan kuat sebagai kekayaan yang tak ternilai.
Pada momen itu, Kemong mengapresiasi kepada seluruh panitia yang bekerja keras menyukseskan acara dan para seniman serta pelaku kuliner, sanggar seni, tokoh adat, agama maupun masyarakat yang telah mengambil bagian dalam penyelenggaraan event tersebut.
Ia juga menekankan kepada pelaku seni, kuliner bahwa karya yang sudah dihasilkan ini menjadi kekayaan dan cerminan budaya sekaligus dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dalam menggerakan ekonomi kreatif demi masa depan keluarga.
Mantan Sekretaris Eksekutif LPMAK ini menegaskan meskipun acara festival ini sudah ditutup namun bukan berarti kreatifivitas para pelaku seni dan kuliner juga berakhir. Melainkan menjadi momentum baru kebangkitan budaya dalam meningkatkan kreativitas untuk terus dilestarikan dan merawat setiap cerita, pakaian adat, ukiran, anyaman dan musik tradisional sebagai warisan leluhur menjadi tetap hidup hingga anak cucu.
Dengan demikian membuktikan masyarakat Mimika mencintai produk lokal dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kemong berharap pencapaian-pencapaian seperti ini patut ditingkatkan secara bersama. Bahwa budaya bukan menjadi warisan budaya masa lalu tetapi wujud pembuktian identitas dan jati diri. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.









