Dukung Ketahanan Pangan Keluarga, DKP Mimika Bina 60 KK Kategori Stunting dan Miskin
Ia menegaskan pemberian bantuan tanaman dan bibit lele mewujudkan ketanahan pangan keluarga untuk KK baik yang tinggal di kontrakan maupun di rumah sendiri.
“Yang terpenting rumah yang kami bantu memiliki pekarangan,” katanya.
Ia mengemukakan Program bantuan dan pendampingan ini diberikan kepada warga Pomako hingga Jayanti.
Yulius mengakui program ini sangat mendapat antusias dari warga.
“Mereka yang terima tahun lalu ada telepon minta supaya diberikan bantuan lagi. Tapi karena anggaran terbatas kita bilang kami harus bantu yang lain. Kami baru bisa bantu lagi mereka, tapi kami harus turun survey dulu,” katanya.
Menjalankan program ini, Dinas Ketahanan Pangan mempunyai tenaga pendamping yang bertugas mendampingi warga selama delapan bulan hingga panen. Setelah berhasil panen tahap awal, selanjutnya warga tersebut tinggal meneruskan budidaya seperti contoh awal yang dilatih.
Dikatakan, lele yang dipanen di setiap warga binaan ini dibeli kembali oleh Dinas Ketahanan Pangan sesuai harga pasar. Lele tersebut dijual di Toko Tani Dinas Ketahanan Pangan di Jalan Poros SP2-SP5 dengan harga Rp30 ribu perkilo.
Namun terkait dengan bantuan ini, Yulius sangat kecewa dengan warga di Kelurahan Inauga dan Kelurahan Kamoro Jaya SP1 yang menjual viber kolam lele kepada orang lain. Padahal, kolam viber ini sangat kuat mampu bertahan 4 sampai 5 tahun untuk mengembangkan budidaya lele dalam membantu ketersediaan pangan dan ekonomi keluarga. **



















