Jayapura,papuaglobalnews.com – Panitia Sinode Keuskupan Jayapura kembali menggelar rapat pada Sabtu 3 Januari 2026, setelah jeda perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Rapat yang dihadiri  Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You, Pr ini menjadi momentum penting untuk mematangkan tahapan akhir penyusunan Arah Dasar Keuskupan Jayapura ke depan.

Dalam rapat tersebut, Uskup Yanuarius menegaskan kembali progres penyusunan Sinode yang kini telah memasuki fase final.

Penyusunan draf Arah Dasar Keuskupan Jayapura telah mulai dilakukan oleh Tim Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) sejak 17 Desember 2025.

Proses ini dilaksanakan melalui pembagian kelompok-kelompok kecil guna merumuskan arah dasar dengan mempertimbangkan dinamika dan realitas yang berkembang di masing-masing paroki, dekenat, serta kelompok kategorial. Hasil rumusan tersebut nantinya dibawa dan dibahas dalam Sidang Pleno Sinode yang dijadwalkan berlangsung pada 2-7 Februari 2026 mendatang.

Sementara itu, rangkaian selebrasi sinode telah dilaksanakan dengan baik dan penuh antusias umat. Selebrasi diawali dengan kegiatan Laudato Si’ berupa aksi bersih-bersih pantai yang dilaksanakan oleh Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI).

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan perarakan Arca Bunda Maria yang melibatkan tujuh paroki di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura.

Selain itu, perarakan Salib San Damiano juga telah dilaksanakan di empat dekenat yang ada di wilayah Keuskupan Jayapura dan berakhir dengan pentakhtaan di Katedral Jayapura.

Sidang Pleno Sinode Keuskupan Jayapura akan diawali dengan perayaan misa pembukaan pada 2 Februari 2026 pukul 18.00 WIT, bertempat di Paroki Kristus Juru Selamat, Kotaraja.

Sidang Pleno ini akan berlangsung selama lima hari pada 3-7 Februari 2026. Puncak selebrasi sekaligus penutupan seluruh rangkaian Sinode Keuskupan Jayapura dijadwalkan pada 8 Februari 2026, bertempat di Istora Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura pukul 10.00 WIT. **